RHK Senin 29 Maret 2021
BACAAN ALKITAB - Diikuti Orang Banyak
Yesus sungguh menderita sengsara. Perjalanan-Nya menuju Kalvari, diwarnai dengan penyiksaan dan penganiayaan yang hebat.
Lukas 23:27
TRIBUNMANADO.CO.ID - Yesus sungguh menderita sengsara. Perjalanan-Nya menuju Kalvari, diwarnai dengan penyiksaan dan penganiayaan yang hebat. Banyak orang seakan tak percaya dengan apa yang terjadi. Sebab Yesus Orang baik. Dia tak pantas diperlakukan tidak manusiawi seperti itu.
Imam Besar Kayafas, Pilatus maupun Herodes, tak menemukan sedikitpun kesalahan dari Yesus. Mereka terheran-heran. Tapi karena desakan orang banyak yang sudah dihasut oleh imam-imam kepala, orang-orang Farisi dan tua-tua agama, maka Yesus terpaksa dijatuhi hukuman mati.
Karena kasihan dan solider dengan Yesus, banyak orang dalam jumlah besar mengikuti drama sadis Jalan Salib Yesus itu. Mereka menangisi dan meratapi Yesus di sepanjang jalan sengsara-Nya itu. Kebanyakan di antara mereka adalah perempuan yang sudah mengenal figur Yesus.
Demikian firman Tuhan hari ini.
Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia.* (ay 27)
Dalam Jalan Salib itu, sejumlah besar orang mengikuti Yesus. Mereka bersimpati dan berempati dengan Yesus, karena penderitaan yang Dia alami tapi juga karena kebaikan dan mujizat-mujizat yan Dia lakukan selama hidup-Nya.
Sementara itu, Yesus pasrah dan tak berdaya, menerima siksaan keji itu. Semuanya demi cinta dan sayang-Nya akan kita. Dia menanggung semuanya demi keselamatan kita umat tebusan-Nya. Dia tidak berkompromi dan mengikuti orang banyak melakukan dosa keji, tapi Dia diikuti orang banyak karena nilai-nilai kehidupan yang diajarkan dan diteladankan-Nya.
Sahabat Kristus, Itulah Yesus. Yesus tidak mengikuti orang banyak, tapi diikuti orang banyak. Kita sebagai umat-Nya juga demikian. Kita diajarkan-Nya untuk diikuti orang banyak, bukan mengikuti orang banyak.
Mengikuti orang banyak maksudnya adalah hidup mengikuti arus dan terbawa arus dunia. Hidup dalam dosa seperti kebanyakan orang di dunia. Mengikuti orang banyak adalah cara hidup sekuler yang cenderung menjadi "sama dengan dunia." Kalau orang lain berbuat jahat, maka kita juga ikut menjadi jahat "bersama."
Yesus mengajarkan agar kita tidak memilih jalan hidup "orang kebanyakan" yang menawarkan hidup dalam "dosa bersama." Serakah, kolusi, korupsi, nepotisme dan berbagai hal-hal jahat lainnya secara "bersama." Seakan kita ketinggalan kalau tidak ikut dalam "dosa bersama" dan rugi atau kebodohan sendiri. Padahal semua itu adalah tipu daya iblis "berbungkus kebaikan" yang menawarkan dan menjebak kita untuk jatuh dalam "dosa bersama."
Baca juga: VIRAL Video Perayaan Wisuda yang Digelar Seperti Acara Nikahan, Ada Prosesi Sungkeman dan Seserahan
Baca juga: Apa Itu Bom Panci Atau Pressure Cooker Bomb? Bom Berbahaya dengan Daya Ledakan 1 Kilometer Per Detik
Kita diingatkan dan diajarkan agar menjadi pribadi yang berkarakter seperti Yesus. Menjadi "diri sendiri," yakni pribadi yang menjadi teladan dalam kebaikan, kasih dan kebenaran kepada orang-orang di sekitar kita.
Sehingga dari cara hidup kita yang baik, benar dan penuh kasih, orang akan melihat bahwa ada Kristus di dalam diri kita, dan orang akan mengikuti kita. Jika kita hidup dalam nilai Kristus, maka kita akan diikuti oleh orang banyak. Karena tidak ada tipu daya dan kejahatan di dalam-Nya.
Jadi orang Kristen, bukanlah orang ikut-ikutan, tapi orang-orang yang diikuti, karena keteladanan dan nilai hidup yang kita pancarkan dalam keseharian kita, yang tentunya bersumber dari Kristus Tuhan, Sang Sumber segala sumber kehidupan.
Keluarga Kristen, bukan ikut, tapi diikuti. Seperti Kristus, diikuti orang banyak, bukan mengikuti orang banyak. Diikuti berarti jadi pandu, penuntun, contoh, teladan, role model bagi semua orang. Itulah Kekristenan kita.
Itulah yang diinginkan, diajarkan dan diteladankan Yesus bagi kita. Maka lakukanlah itu meski kita harus memikul salib. Sebab upah kita, besar baik di bumi maupun di sorga.
Mahkota kemuliaan Allah pasti menjadi milik kita. Kitapun hidup aman, nyaman, damai dan sukacita karena berada dalam naungan cinta kasih Salib Kristus yang kekal dan abadi. Amin
DOA: Tuhan Yesus, jadikan kami terus sebagai hamba-Mu yang setia dan taat, sehingga boleh jadi teladan dan diikuti oleh orang banyak. Amin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-renungan-778.jpg)