Torang Kanal
Sudah Divaksinasi Astrazeneca, Begini Tanggapan Cewek Manado Pricilia Kiroh
"Pemerintah cukup cepat dalam menyalurkan vaksin Covid-19 ke daerah-daerah terutama di daerah dengan angka kejadian Covid-19 yang masih tinggi."
Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Penerapan vaksinasi yang sedang gencar dilaksanakan oleh pemerintah ini mendapat perhatian publik, salah satunya dari Pricilia Kiroh.
Cewek Manado kelahiran Tondano 18 November 2001 ini menilai bahwa sejauh ini upaya vaksinasi yang dilakukan pemerintah bagi sebagian besar masyarakat berlangsung dengan baik.
"Menurut saya, upaya vaksinasi yang dilakukan pemerintah sudah baik."
"Pemerintah cukup cepat dalam menyalurkan vaksin Covid-19 ke daerah-daerah terutama di daerah dengan angka kejadian Covid-19 yang masih tinggi," ujar Pricilia.
Dirinya mendukung langkah pemerintah yang mendahulukan pemberian vaksin kepada pekerja-pekerja yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
"Serta tokoh-tokoh agama yang memang harus melakukan pekerjaan dengan mobilitas tinggi," sebutnya.
Mahasiswi Jurusan IBA Semester 4 Unsrat ini pun mengakui bahwa dirinya telah menerima vaksin Covid-19 dengan jenis Astrazeneca.
"Sejauh ini tidak ada reaksi atau dampak negatif dari vaksin tersebut," terangnya.
"Pada akhirnya semua orang yang memenuhi kriteria untuk divaksin akan di vaksin, jadi nantinya pelaksanaan vaksinasi bisa merata," ujar pemilik akun Instagram @prisciliia_ ini.
Cerita Warga Manado Usai Vaksin AstraZeneca
Kawasan parkiran kantor Wali Kota Manado beberapa hari terakhir ini selalu ramai dengan warga yang hendak divaksin AstraZeneca.
Antrean panjang terjadi dan para petugas vaksinasi harus bekerja keras dari pagi hingga sore untuk menghabiskan sebanyak 200 vaksin.
Ketika surat edaran penghentian sementara pemberian vaksin Buatan Inggris tersebut keluar Sabtu (27/3/2021) dari Dinas Kesehatan Sulut, Manado pun heboh.
Dini seorang warga yang diwawancarai via ponsel Minggu (28/3/2021) pagi mengatakan, ia bersemangat datang ke lokasi vaksin di kantor Pemkot Manado beberapa hari lalu.
Begitu tiba di rumah sore harinya, ia merasa demam. Sekujur tubuhnya lemas. Ia pun menelepon nomor yang berada di kartu vaksinnya.
Dia diberitahu jika itu gejala biasa. Dirinya disuruh minum obat penurun panas jika demam tak kunjung turun.
Setiap beberapa jam, obat ia konsumsi.
"Sekarang sudah agak baikan," kata karyawan swasta ini.
Namun tak semua merasakan seperti Dini.
Stella salah satu warga Desa Kawangkoan Baru, Kecamatan Kalawat, Minut, mengaku seluruh keluarganya ikut vaksin AstraSeneca dan baik baik saja.
"Ayah dan ibu saya serta suami ikut vaksin di Tuminting," kata dia kepada Tribun Manado Minggu (28/3/2021) di rumahnya.
Menurut dia, vaksinasi berlangsung beberapa hari lalu. Mereka sehat walafiat.
"Ayah saya malah sekarang lagi nyangkul," ujar dia.
Stevy Kuron, warga lainnya mengaku tidak merasakan apa - apa di tubuhnya setelah disuntik vaksin tersebut.
Tapi kabar penghentian sementara vaksinasi Covid 19 lewat vaksin AstraZeneca membuat ia khawatir.
"Saya hubungi nomor di kartu vaksin dan mereka katakan agar saya tenang karena tak alami gejala apapun. Tapi saya tetap khawatir," kata dia. (art)
• Moeldoko Sebut Terbiasa Ambil Risiko, Keputusannya Tak Diketahui Keluarga: Demi Kepentingan Bangsa
• Kecelakaan Maut Tadi Pagi, Remaja 16 Tahun Tewas Tertabrak Truk, Motor Korban Terlalu ke Kanan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pricilia-kiroh.jpg)