Breaking News:

Berita Bolmong

Pemerintah Larang Mudik Lebaran, Mohamad Yasir Gagal Bawa Istri dan Anak Pulang Kampung

Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pemerintah melarang mudik lebaran. Pelarangan mudik tersebut sama halnya dengan tahun sebelumnya.

tribunmanado.co.id/Siti Nurjanah
Arus Lalu Lintas di Desa Lolak, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong, Provinsi Sulawesi Utara. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pandemi virus Covid-19 telah berjalan lebih dari satu tahun, dan belum berakhir menjelang Lebaran tahun ini.

Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pemerintah melarang mudik lebaran.

Pelarangan mudik tersebut sama halnya dengan tahun sebelumnya.

Larangan mudik lebaran menua pro dan kontra di kalangan masyarakat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), khususnya yang berdomisilu di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang notabenenya anak perantauan.

Mohammad Yasir warga domisili di Desa Tombolango, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong, Provinsi Sulut.

Saat diwawancarai tribunmanado.co.id, Minggu (28/3/2021), Yasir sapaan akrabnya mengaku pasrah saat pemerintah melarang mudik lebaran.

Ayah satu anak tersebut menuturkan, bahwa jika lebaran tahun ini tidak pulang, maka ini merupakan lebaran kedua dirinya tidak menikmati serba serbi lebaran di kampung halaman.

"Tahun lalu saya lebaran di kosan sini (Lolak), tahun ini antara hanya di kosan atau ke rumah saudara di Manado," ucap warga asli Gorontalo itu.

Yasir yang pekerja swasta mengaku, dirinya kemungkinan akan kembali ke Manado, di mana istri dan anaknya tinggal bersama saudara mereka.

Karena pada dasarnya rumah Yasir di Desa Sidomulyo, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Halaman
12
Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved