Breaking News:

Vaksinasi AstraZeneca di Sulut

Cerita Warga Manado Usai Vaksin AstraZeneca: Ada yang Demam & Minum Obat Penurun Panas

Antrean panjang terjadi dan para petugas vaksinasi harus bekerja keras dari pagi hingga sore untuk menghabiskan sebanyak 200 vaksin.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
(SHUTTERSTOCK)
ILUSTRASI Vaksin Covid-19. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kawasan parkiran kantor Walikota Manado beberapa hari terakhir ini selalu ramai dengan warga yang hendak divaksin AstraZeneca.

Antrean panjang terjadi dan para petugas vaksinasi harus bekerja keras dari pagi hingga sore untuk menghabiskan sebanyak 200 vaksin.

Ketika surat edaran penghentian sementara pemberian vaksin Buatan Inggris tersebut keluar Sabtu (27/3/2021) dari Dinas Kesehatan Sulut, Manado pun heboh.

Dini seorang warga yang diwawancarai via ponsel Minggu (28/3/2021) pagi mengatakan, ia bersemangat datang ke lokasi vaksin di kantor Pemkot Manado beberapa hari lalu.

Begitu tiba di rumah sore harinya, ia merasa demam. Sekujur tubuhnya lemas. Ia pun menelepon nomor yang berada di kartu vaksinnya.

Dia diberitahu jika itu gejala biasa. Dirinya disuruh minum obat penurun panas jika demam tak kunjung turun. 

Setiap beberapa jam, obat ia konsumsi.

"Sekarang sudah agak baikan," kata karyawan swasta ini. 

Namun tak semua merasakan seperti Dini. 

Stella salah satu warga Desa Kawangkoan Baru, Kecamatan Kalawat, Minut, mengaku seluruh keluarganya ikut vaksin AstraSeneca dan baik baik saja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved