Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terkini Nasional

SOSOK Mbah Ribet, Menangis Haru Dapat Bantuan Hetty Andika Perkasa, Terungkap Kondisinya

Istri Jenderal Andika Perkasa, Hetty Andika Perkasa, baru-baru ini memberikan bantuan kepada Mbah Ribet.

Editor: Rhendi Umar
Isimewa
SOSOK Mbah Ribet, Menangis Haru Dapat Bantuan Hetty Andika Perkasa 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Istri Jenderal Andika Perkasa, Hetty Andika Perkasa, baru-baru ini memberikan bantuan kepada Mbah Ribet.

Terungkap kondisi Mbah Ribet ternyata cukup miris, ia hidup sebatang kara dan sudah 10 tahun tidak bisa berjalan akibat terjatuh.

Melansir dari tayangan di channel youtube TNI AD, Hetty Andika Perkasa sengaja mengunjungi Mbah Ribet di Desa Buyutan, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Istri Jenderal TNI Andika Perkasa tersebut datang bersama jajaran Persit KCK Pangdam IV/ Diponegoro, Ketua Bhayangkari Daerah Yogyakarta, serta didampingi Selebgram Inem Jogja.

Berikut sosok Mbah Ribet.

1. Hidup sebatang kara

Mbah Ribet diketahui sudah sekian lama hidup sebatang kara dan tidak pernah ditengok oleh sepuluh anaknya.

Sesampainya di teras kediaman Mbah Ribet, Hetty tampak langsung menyapa Mbah Ribet.

"Apa kabar?" sapa Hetty kepada Mbah Ribet.

Tampak Hetty duduk di tempat duduk kecil yang terbut dari kayu menghadap Mbah Ribet.

Sementara Mbah Ribet duduk di kursi yang berada di teras rumahnya.

Mbah Ribet tampak bahagia menerima kedatangan Hetty.

Tampak Mbah Ribet pun tertawa lepas saat berbincang dengan Hetty Andika Perkasa.

"Makannya apa sih mbah Ribet?" tanya Hetty.

"Makannya nasi," jawab Mbah Ribet dengan logat jawa.

Lantas Hetty pu meminta ijin untuk masuk ke rumah Mbah Ribet dan melihat kondisi setiap ruangan di dalamnya mulai dari kamar, ruang tengah, dan dapur.

Setelah itu, Hetty pun menilik toilet milik Mbah Ribet yang berada di luar rumah.

“Disini wc-nya, kita liat wc nya kaya apa, gak ada tutupnya ya gak apa-apa karena memang untuk ke amannan ya karena tidak bisa berjalan,” ujar Ibu Hetty. ⁣ ⁣

Setelah melihat kondisi rumah dan toilet milik Mbah Rebet, Hetty pun kembali berbincang.

2. Tak bisa berjalan

Lantas, Hetty pun menanyakan penyebab Mbah Ribet tak bisa berjalan sehingga untuk berpindah tempat dari tempat satu ke tempat lainnya, ia harus berjalan dengan cara mengesot.

"Kenapa, ngesotnya karena apa?" tanya Hetty.

"Terpeleset hingga terjatuh," jawab Mbah Ribet.

Kemudian Hetty pun memanggil dokter yang ikut bersama rombongan untuk mengecek kondisi kesehatan Mbah Ribet.

Dalam analisa awal dr Ridwan, kaki dari mbah Ribet mengalami kontraktur, akibat jatuh yang mengakibatkan kakinya patah, setelah dioperasi tidak mendapatkan tahap fisioterapi.⁣

3. Tak pernah dijenguk anaknya

Hetty lantas menanyakan soal keberadaan anak-anak Mbah Ribet.

"Anak-anak enggak pernah nengok?" tanya Hetty.

"Tidak pernah ke sini, tidak tahu di sana mati atau hidup, saya tidak tahu, saya tidak lihat. Lah iya sejak mantuk," kata Mbah Ribet.

4. Terharu dapat bantuan

Setelah itu, Hetty pun memberikan bantuan berupa sembako kepada Mbah Ribet serta sebuah kotak.

Mendapatkan hal tersebut, Mbah Ribet tak kuasa menahan air matanya.

Ia mencoba mengusap air matanya dengan tangan.

"Kita tidak boleh menangis, kita harus selalu bahagia supaya sehat, panjang umur ya Mbah," kata Hetty.

"Mbah yang penting sehat, makannya bagus kalau bisa gulanya dikurangin karena gula tidak begitu baik untuk kesehatan. Mungkin gantinya madu," ujarnya.

Mbah Ribet pun hanya bisa mendoakan dan mengucapkan terima kasih kepada Hetty Andika Perkasa usai menerima bantuan tersebut.

"Terima kasih, semoga selalu dilimpahkan rezekinya yang banyak," ujar Mbah Ribet.

Bantuan sembako juga diberikan kepada kepada seluruh penduduk di Desa Buyutan.⁣ ⁣

Pemberian bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang Hetty Andika Perkasa terhadap sesama dan diharapkan bisa sedikit meringankan beban masyarakat sekitar.

Berikut videonya.

Mbah Juri Bingung Didatangi Istri Jenderal Andika Perkasa

Sebelumnya, sosok Mbah Juri jadi sorotan karena bingung didatangi istri Jenderal Andika Perkasa, Hetty Andika Perkasa.

Pria yang telah berusia 68 tahun itu bekerja sebagai tukang servis payung di pinggir Jalan Gatot Subroto Kota Magelang, tepatnya ujung selatan makam Giri Dharmoloyo.

Meski sempat bingung, Mbah Juri akhirnya bisa akrab dengan Hetty Andika Perkasa dan menceritakan soal pekerjaaannya.

Berikut rangkuman fakta tentang sosok Mbah Juri, dilansir dari Tribunnews dalam artikel 'Ketua Umum Persit Hetty Andika Perkasa Bagikan Sembako di Magelang'

1. Tukang servis payung

Mbah Juri Atmojo (68) merupakan tukang servis payung yang sehari-harinya mangkal di bawah pohon mahoni pinggir Jalan Gatot Subroto Kota Magelang, tepatnya ujung selatan makam Giri Dharmoloyo.

Sudah cukup lama mbah Juri mangkal di lokasi tersebut.

Ia yang tinggal di Jagoan I RT 07/05 Kelurahan Jurangombo Utara dan setiap pukul 07.00 Wib sudah keluar rumah untuk mengais rezeki di seberang komplek Akademi Militer.

Tak dinyana, Sabtu (13/03/2021) mbah Juri kedatangan Hetty Andika Perkasa.

2. Sempat bingung

Awalnya tukang servis payung tersebut agak bingung saat ada beberapa ibu-ibu berseragam hijau dengan diikuti oleh anggota TNI.

Namun rasa bingung segera hilang setelah diketahui yang datang adalah Hetty Andika Perkasa bersama rombongan.

Hetty Andika Perkasa yang merupakan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana berkomunikasi dengan mbah Juri dengan suasana yang sangat hangat. 

3. Curhat soal pekerjaannya

Di hadapan istri Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa itu, mbah Juri menceritakan bahwa dirinya menggeluti servis payung dengan mangkal di pinggir jalan untuk menghidupi keluarganya.

Penghasilannya pun tidak menentu, tergantung ada tidaknya masyarakat yang memerlukan jasanya dalam perbaikan payung secara tradisional.

Rata-rata sehari memperoleh upah empat puluh ribu.

"Semoga tetap sehat ya mbah agar bisa kerja untuk keluarga" ujar Hetty Andika Perkasa.

4. Dapat sembako

Setelah berbincang-bincang, kemudian Hetty Andika Perkasa menyerahkan bingkisan sembako kepada mbah Juri.

Bingkisan sembako juga diberikan kepada para tukang becak, tukang sol sepatu, dan petugas kebersihan makam Giri Dharmoloyo yang kebetulan sedang berada di pintu selatan makam Giri Dharmoloyo.

Tidak berhenti disitu, sembako juga diberikan kepada Mbah Ngatikem pedagang makanan ringan yang setiap harinya berjualan di samping pintu masuk Kantor Pos Kota Magelang.

Di usia yang sudah renta, ia tetap berusaha berjualan untuk mencukupi kebutuhan.

Kampung Kiringan Baru di Kelurahan Tidar Utara yang dihuni oleh 17 kepala keluarga menjadi lokasi terakhir bakti sosial Ketua Umum Persit.

Kampung yang berada tidak jauh dari terminal bus tersebut mayoritas dihuni oleh warga yang sehari-harinya mengais rezeki sebagai pemulung. 

Setiap kepala keluarga mendapat bantuan sembako tersebut.

Dalam kegiatan bakti sosial ini, Hetty Andika Perkasa bekerja sama dengan Budi Irawanto yang merupakan penggiat sosial "Sandal Jepitan Bareng".

Dalam kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan di Magelang, Ketua Umum Persit didampingi oleh Ketua Persit PD IV Diponegoro Novi Rudianto, Wakil Ketua Persit PD IV Novita Widi Prasetyono, Ketua Persit Koorcab Rem 072 Pamungkas Christine Bintang Ketua Persit Cabang XXV Dim 0705/Magelang dan Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Arm Rohmadi.

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Sosok Mbah Ribet yang Menangis Haru Dapat Bantuan Istri Jenderal Andika Perkasa, Kondisinya Miris

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved