Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

China Lawan Amerika

Joe Biden Adang Xi Jinping, China Bakal Sulit Kuasai Dunia: Tak Akan Terjadi Selama Saya Menjabat

Presiden AS Joe Biden pun bakal  mengadang rencana China menjadi pemimpin dunia tersebut.

Editor: Aldi Ponge
AFP PHOTO/POOL/LINTAO ZHANG
Foto yang diambil pada 4 Desember 2013 memerlihatkan Joe Biden, saat itu Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat di Beijing 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Cita-cita China menguasai dunia dengan menjadi negara terkuat bakal sulit terwujud.

Presiden AS Joe Biden pun bakal  mengadang rencana China menjadi pemimpin dunia tersebut.

Joe Biden menegaskan, China tidak akan bisa menjadi pemimpin dunia dunia selama dia menjabat.

Dalam konferensi pers pertamanya sebagai presiden, Biden berujar dia sudah mempelejari Presiden China Xi Jinping selama jadi wakil Barack Obama.

Dari pertemuan itu, presiden 78 tahun tersebut menyadari Xi memercayai otokrasi, bukan demokrasi, yang harus diterapkan di muka Bumi ini.

Presiden ke-46 AS itu menegaskan, dirinya tidak ingin membuat konfrontasi langsung dengan "Negeri Panda".

Meski begitu, dia menghendaki Beijing bisa mematuhi aturan internasional dalam hal kompetisi dan perdagangan yang adil, maupun penghormatan atas HAM.

Biden menyatakan, China sudah berkeinginan menjadi negara terkaya, paling kuat, dan pemimpin dunia.

"Saya pastikan itu tak akan terjadi selama saya menjabat, karena AS akan terus berkembang," tegas dia.

Presiden dari Partai Demokrat itu kemudian membandingkan Xi Jinping dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Joe Biden menyatakan, Xi dan Putin sama-sama berkeyakinan otokrasi merupakan masa depan dunia ini.

Kebetulan dalam wawancaranya dengan ABC, Biden sempat menyebut Putin sebagai "pembunuh", yang menuai kemarahan di Moskwa.

 "Dia (Xi) tidak percaya dengan demokrasi. Meski begitu, dia adalah sosok yang pintar," pujinya dikutip Reuters via Channel News Asia Jumat (26/3/2021).

Sang presiden melanjutkan, dia akan bekerja sama dengan sekutu untuk memastikan China bertanggung jawab atas sejumlah isu.

Di antaranya adalah isu invasi ke Taiwan, Hong Kong, maupun penanganann etnis Muslim Uighur di Xinjiang.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved