Breaking News:

Ekspor

Pasar Ekspor ke Jepang Terbuka Luas, BI Beri Kemudahan Pembayaran ke Eksportir

Langkah Pemprov Sulut membuka direct call merupakan langkah tepat. Pasalnya, pasar ekspor Jepang masih sangat terbuka

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado / Fernando Lumowa
Kepala BI Tokyo, Causa Iman Karana berbicara dalam FGD Peluang Ekspor Komoditas Perikanan dari Kawasan Timur Indonesia (KTI) ke Jepang yang berlangsung via Zoom Meeting, Kamis (25/03/2021). 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Langkah Pemprov Sulut membuka direct call merupakan langkah tepat.

Pasalnya, pasar ekspor Jepang masih sangat terbuka.

Khususnya bagi komoditas hasil perikanan.

Atase Perdagangan RI di Tokyo, Jepang, Arief Wibisono mengatakan, direct call ke Jepang sudah tepat.

Baca juga: Ini Curhat Pengusaha UPI ke Wakil Wali kota Bitung Terkait Perikanan

Baca juga: Pilkada Sulut 2024, Pengamat: Politisi Senior Masih Lebih Diutamakan Parpol Ketimbang Figur Milenial

Baca juga: Buruan Gaess! Kartu Prakerja Gelombang 16 Resmi Dibuka, Hanya untuk 300.000 Orang, Segera Login

"Jepang merupakan negara dengan tingkat konsumsi ikan terbesar di dunia," ujar Arief ketika berbicara sama dalam

Dijelaskan, tingkat konsumsi ikan masyarakat Jepang mencapai 55 persen. Dimana, satu orang 2-3 kali seminggu makan ikan.

"Konsumsi ikan di Jepang mencapai 128 pon per kapita," jelasnya.

Wagub Sulut, Steven Kandouw dalam FGD Peluang Ekspor Komoditas Perikanan dari Kawasan Timur Indonesia (KTI) ke Jepang yang berlangsung via Zoom Meeting, Kamis (25/03/2021).
Wagub Sulut, Steven Kandouw dalam FGD Peluang Ekspor Komoditas Perikanan dari Kawasan Timur Indonesia (KTI) ke Jepang yang berlangsung via Zoom Meeting, Kamis (25/03/2021). (Tribun Manado / Fernando Lumowa)

Selain itu, Jepang merupakan transit hub ke seluruh dunia. Artinya, peluang meningkatkan volume ekspor komoditas perikanan  dan lainnya terbuka lebar.

Sementara, Jepang sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan bahan makanannya. Sebanyak 60 persen kebutuhan pangan Jepang dipenuhi dari pasokan impor.

"Nah, khusus impor produk perikanan  dari Indonesia, baru bisa memenuhi 55 persen kebutuhan produk perikanan di Jepang," jelas Arief.

Baca juga: Cerita Kakek Juri Berusia 74 Tahun, Relawan Pemakaman yang Sudah Makamkan 425 Jenazah Virus Corona

Baca juga: Honda CRF250 Rally Kini Makin Tangguh, Bobot Lebih Ringan

Baca juga: Caroll Senduk: Kepala SKPD Diminta Kerja Optimal dan Kawal Program dan Kegiatan Strategis

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved