Breaking News:

Impor Beras

Menteri Lutfi Siap Dicopot, Jika Kebijakan Impor Beras Salah, Pengamat: Jokowi Jangan Pura-pura

"Saya mesti memikirkan yang tidak terpikirkan, saya mesti mengambil keputusan pada keputusan yang tidak populer, saya hadapi.

Editor: Fistel Mukuan
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, Presiden Jokowi dan Direktur Utama Bulog, Budi Waseso 

“Artinya, janji-janji politik tentang kedaulatan pangan, berdikari di atas kaki sendiri, semua itu tak lebih dari sekadar jargon-jargon politik yang hampa makna,” ujar Umam.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan, impor beras perlu dilakukan pemerintah untuk menjaga stok beras nasional dan menstabilkan harga.

Meski diprediksi akan terjadi kenaikan produksi beras sepanjang Januari hingga April 2021, Lutfi menyebut hal itu baru bersifat ramalan.

Menurut Lutfi, masih mungkin ada kenaikan atau penurunan produksi beras tersebut mengingat kondisi curah hujan yang tinggi di sejumlah daerah di Indonesia akhir-akhir ini.
Namun rencana impor beras ditentang oleh Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.

Menurut Buwas, sapaan akarabnya, Bulog saat ini justru masih menyimpan stok beras impor tahun lalu dan belum tersalurkan seluruhnya ke masyarakat.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi (KOMPAS/LUCKY PRANSISKA)

Reaksi Masyarakat

Rencana pemerintah melakukan impor beras itu kemudian menuai beragam kecaman.

Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Sonny T Danaparamita mengatakan akan menolak setiap kebijakan yang dapat merugikan negara dan menyengsarakan rakyat.

“Kami akan menolak setiap kebijakan menteri perdagangan yang dapat merugikan negara serta menyengsarakan rakyat.

PDI Perjuangan lahir dari rahim rakyat. Fardhu ain bagi seluruh kader Partai untuk terus memperjuangkan apa yang menjadi amanah rakyat," ujar Sonny melalui keterangannya, Minggu 21 Maret 2021.

Sonny menilai impor beras yang telah disampaikan oleh menteri perdagangan akan membawa dampak kesengsaraan bagi para petani.

“Jika dilakukan saat ini, banjir beras impor nanti pasti akan diikuti oleh banjir air mata para petani Indonesia," ujar wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Timur III ini.

Tak hanya anggota DPR, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, juga ikut bersuara terkait rencana impor beras itu.

Ia mengatakan jika rencana itu benar terjadi maka hal tersebut akan menghancurkan harga beras dari petani Indonesia.

Menurut Anwarr, jika alasan dilakukan impor karena kualitas, maka yang menjadi pertanyaan adalah nantinya akan dijual ke mana beras hasil para petani dalam negeri?

"Diekspor tentu jelas tidak bisa, lalu oleh para petani kita akan dijual ke mana beras tersebut sementara mereka perlu uang," kata Anwar dalam keterangan tertulisnya, Senin 22 Maret 2021.

Anwar lantas mengaitkan dengan pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut bahwa seluruh masyarakat harus membeli dan mencintai produk dalam negeri.

Baca juga: Pengacara Handal Sulut Puas Putusan Pengadilan, Saat Dampingi Perkara Asusila Anak Dibawah Umur

Baca juga: Fakta-fakta Tewasnya Kapten Kapal Asal Manado, Ditemukan Tewas di Kupang

Baca juga: Cara Ikut Pelatihan Bagi Yang Lolos Kartu Prakerja, Agar Bisa Dapat Insentif

Hal ini kata dia, merupakan sesuatu yang mengejutkan, terlebih Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi belum lama memastikan bahwa pemerintah tidak akan melakukan importasi beras pada masa panen raya tahun ini.

Berdasarkan data BPS produksi beras nasional mencapai 31,63 juta di 2020.

Potensi produksi beras sepanjang Januari-April 2021 diperkirakan mencapai 14,54 juta ton, naik 26,84 persen dibandingkan produksi pada periode sama di 2020 yang sebesar 11,46 juta ton.

"Untuk itu saya betul-betul menggaris bawahi apa yang disampaikan oleh presiden agar kita membeli produk bangsa kita sendiri. Karena memang tugas negara dan pemerintah itu menurut konstitusi kita adalah untuk melindungi dan mensejahterakan rakyat," ungkap Anwar.

Ia beranggapan masalah impor beras ini merupakan cerminan dari kurang baiknya koordinasi di antara para pejabat negara di Indonesia.

Sehingga katanya, informasi yang dimiliki dari masing-masing pejabat tidak sama, serta kepentingan dan sudut pandang yang digunakan juga berbeda-beda sehingga yang menjadi korban dalam hal ini adalah rakyat.

"Yang saya inginkan jangan ada kebijakan yang dibuat oleh pemerintah yang merugikan rakyatnya dan semangat dalam ucapan Jokowi 'cintai dan belilah produk-produk dalam negeri' tujuannya adalah jelas, agar bisa memperbaiki nasib rakyat dan menciptakan kemakmuran bagi mereka," tukasnya.(tribun network/mam/riz/dod)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Menteri Lutfi Siap Dicopot Kalau Salah Soal Kebijakan Impor Beras, https://bali.tribunnews.com/2021/03/22/menteri-lutfi-siap-dicopot-kalau-salah-soal-kebijakan-impor-beras?page=all

Berita lain terkait Impor Beras

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved