Breaking News:

Desa Solbar Dapat 5 Ton Beras, Program Bantuan Lumbung Pangan

Diketahui, daerah rawan pangan di Kabupaten Bolmong mulai   diberantas oleh Pemkab Bolmong.

Freepik.com
Ilustrasi beras. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Dinas Ketahanan Pangan Bolmong mulai merealisasikan program bantuan pengisian lumbung pangan.

Sesuai rilis yang diterima Tribunmanado.co.id, Kamis (25/3/2021), Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong Tahlis Gallang memimpin penyerahan bantuan yang masuk pada kegiatan penyediaan pangan berbasis sumber daya lokal tersebut di Desa Solimandungan Baru (Solbar), Kecamatan Bolaang, Rabu (24/3/2021).

Sekda Bolmong Tahlis Gallang memberikan apresiasi pada pelaksanaan program lumbung pangan tersebut.

“Pada intinya, program yang dimaksud akan membentuk spot-spot baru ketersediaan pangan di tingkat wilayah untuk mengantisipasi musim paceklik yang berdampak pada akses pangan dan stabilitas harga. Kami juga mengapresiasi jajaran pimpinan Perum Bulog yang telah berkolaborasi dengan Pemda sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan ini,” ucapnya.

Diketahui, daerah rawan pangan di Kabupaten Bolmong mulai   diberantas oleh Pemkab Bolmong.

Upaya pemberantasannya lewat program Lumbung Pangan di tiga kelompok atau desa yang menjadi daerah rawan pangan.

Sebut saja Desa Solimandungan Baru, Mondatong, dan Konarom. Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bolmong I Nyoman Sukra menjelaskan, program lumbung pangan ini nantinya berwujud bantuan sebanyak 5.000 kilogram beras per kelompok.

Program ini pun tertata dalam APBD tahun anggaran 2021. “Penyerahan bantuan secara simbolis ini diserahkan langsung oleh Bapak Sekda kepada pengurus kelompok tani Koyayang, Desa Solimandungan Baru. Program ini juga kita laksanakan bekerja sama dengan Perum Bulog,” ucapnya.

Ia pun menegaskan, program lumbung pangan tersebut hadir berdasarkan usulan yang muncul dari Musrenbang RKPD tahun 2021 yang digelar di tahun 2020 lalu.

Sehingga, ditindaklanjuti dengan penganggaran dalam APBD tahun anggaran 2021.

“Program lumbung pangan ini menjadi program perdana selama dua tahun saya memegang amanah sebagai Kepala DKP. Ini salah satu program yang ditujukan untuk menekan angka kerawanan pangan yang terjadi di desa yang memiliki tingkat kerawanan pangan yang tinggi. Selain itu, ini juga menjadi usulan masyarakat dalam Musrenbang,” ungkapnya.

Sukra menambahkan, program lumbung pangan ini nantinya masing-masing desa atau kelompok akan diberikan lima ton beras untuk dikelola.

“Jadi misalnya masa panen belum berlangsung, maka petani atau anggota kelompok dapat meminjam beras program lumbung pangan ini. Nanti saat masa panen, maka dikembalikan. Sistemnya seperti koperasi. Misalnya pinjam sepuluh kilo, dibalik menjadi sebelas atau dua belas kilo. Dan begitu seterusnya. Sehingga, stok beras selalu ada dan angka kerawanan pangan bisa ditekan,” tambah Sukra.

Ke depan, Sukra menyebut jika program lumbung pangan ini berhasil, maka akan diterapkan di desa lain yang memiliki angka kerawanan pangan yang tinggi juga.

“Bisa juga, desa atau kelompok yang telah mendapatkan program lumbung pangan ini bisa menanggulangi desa tetangganya. Kami berharap, agar program ini bisa dijalankan dengan baik sehingga bisa bersama-sama pemerintah menekan angka kerawanan pangan di Bolmong,” tandasnya. (*)

Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Charles Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved