Breaking News:

Berita Bolmut

Wabup Amin Lasena Minta Sangadi di Bolmut Fokus Program Penanggulangan Stunting di Desa

Tahun 2019 prevalensi stunting di kabupaten bolmut berhasil turun hingga angka 15,30 persen dan terakhir tahun 2020 mencapai angka dibawah 10 persen. 

tribunmanado.co.id/Mejer Lumantow
Wabup Bolmut Amin Lasena saat menandatangani berita acara rembuk stunting bersama Kepala Dinas Kesehatan Bolmut. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejak ditetapkan sebagai Kabupaten Lokus Stunting tahun 2016 pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulut, terus berupaya untuk melakukan langkah-langkah menurunkan angka Stunting.

Berdasarkan pemantauan status gizi pada tahun 2016 prevalensi stunting di kabupaten Bolmut sebesar 43,80 persen angka ini terbilang cukup tinggi, kemudian berhasil turun di tahun 2017 menjadi 36,80 persen. 

PASCA Rusuh, Hakim Kini Izinkan Habib Rizieq Hadir di Ruang Sidang, HRS Beri Seruan untuk Umat Islam

Vaksin AstraZeneca Masuk Manado, THL Cantik Pemkot: Tak Masalah, yang Penting Bisa Beri Kita Imun

Tren positif ini pun terjadi di tahun 2018 berhasil turun menjadi 22,40 persen, dan selanjutnya data riset kesehatan dasar menyebutkan bahwa tahun 2019 prevalensi stunting di kabupaten bolmut berhasil turun hingga angka 15,30 persen dan terakhir tahun 2020 mencapai angka dibawah 10 persen. 

Melihat prestasi ini Wakil Bupati Bolmut Amin Lasena mengatakan tren penurunan angka stunting ini, berujung pada prestasi bagi pemerintah Bolmut di akhir tahun 2020 yang lalu, di mana berhasil meraih 4 gelar sekaligus, pada ajang penilaian konvergensi stunting oleh pemerintah provinsi Sulawesi Utara.

"Kita mendapatkan terbaik 1 kabupaten dengan aksi konvergensi penanganan stunting se Sulawesi Utara, terbaik 1 kabupaten dengan aksi 5 s/d 8 konvergensi penanganan stunting se Sulawesi utara tahun 2020 dan terbaik 1 kabupaten terinovatif, inspiratif dan replikatif dalam penanganan stuting se Sulawesi utara serta terbaik 1 kabupaten dengan pameran/stand se Sulawesi Utara," papar Lasena saat membuka kegiatan rembuk Stunting, Rabu (24/3/2021).

Untuk itu, kata Wabup dirinya berharap kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan rembuk stunting ini, khususnya sangadi (red: kepala desa) dan perangkat daerah terkait agar lebih fokus dan mencermati setiap program kegiatan yang nantinya akan dijadikan acuan dalam mendukung intervensi penangulangan stunting. 

"Bekerja dan tanggungjawab melaksanakan tugas dan fungsi kita masing masing untuk menjawab tuntutan serta harapan masyarakat akan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat," jelas Lasena.

Dirinya juga menambahkan bagi kepala desa/sangadi agar memprogramkan dan menganggarkan setiap tahunnya dalam anggaran pendapatan dan belanja desa untuk kegiatan pencegahan dan penurunan stunting

Halaman
12
Penulis: Majer Lumantow
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved