Kasus Penyalahgunaan Wewenang Pejabat Disdikbud Bitung, Kejari Periksa Belasan Kepala Sekolah

Hingga pemeriksaan Selasa kemarin, penyidik Kejari Bitung mendapatkan sejumlah fakta terbaru.

Tribun manado / Christian Wayongkere
Kepala Kejaksaan Negeri Bitung Frenkie Son didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Andreas Atmaji dan Kasi Intelejen Suhendro, memberi keterangan kepada wartawan terkait pemeriksaan sejumlah kepala sekolah, Selasa (23/3/2021). 

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak 11 kepala sekolah di Kota Bitung telah menjalani pemeriksaan penyidik Kejaksaan Negeri Bitung sejak pekan lalu.

Selasa (23/3/2021), beberapa kepala sekolah dari SD dan SMP yang dimintai keterangan.

Mereka diperiksa terkait tindakan oknum pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bitung yang menjerat para kepala sekolah dengan utang di koperasi.

Sejumlah kepala sekolah terpaksa membayar utang memakai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), ada juga dengan uang pribadi.

Pantauan Tribun Manado, pemeriksaan berlangsung di Aula Kantor Kejari Bitung.

Mengenakan seragam keki cokelat, banyak di antara mereka kepsek perempuan.

"Kami sudah menghadap, sudah dua kali dipanggil Kejari Bitung," ujar seorang terperiksa ketika bergegas keluar dari ruangan, Senin (22/3/2021).

Diapun, langsung menuju ke kendaraan yang dikendarai seorang wartawan dan meminta untuk diantarkan pergi ke tempat tujuan.

Ada juga seorang terperiksa yang enggan memberikan informasi. Dia mengarahkan untuk bertanya saja kepada penyidik di Kejari.

Kepala Kejaksaan Negeri Bitung Frenkie Son dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, hingga pemeriksaan Selasa kemarin, penyidik mendapatkan sejumlah fakta terbaru.

Satu di antaranya nominal uang yang diberikan para kepsek kepada oknum di Disdikbud bertambah.

"Dari jumlah awal Rp 215 juta, hari ini bertambah menjadi Rp 300 juta sekian,” ungkap Son.

“Modusnya, oknum pada dinas pendidikan meminta uang kepada kepala sekolah. Saat disetorkan kepala sekolah bingung bagaimana cara dikembalikan. Lalu oknum itu mengarahkan para kepala sekolah ke sebuah koperasi dengan menjaminkan dana BOS, seolah-olah kepala sekolah meminjam ke koperasi," jelas Son.

sejumlah kepala sekolah di ruang tunggu kantor kejari Bitung
sejumlah kepala sekolah di ruang tunggu kantor kejari Bitung (Tribun manado / Christian Wayongkere)

Son menjelaskan. tidak semua dari kepsek menggunakan dana BOS, ada juga kepsek pakai dana pribadi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved