Sabtu, 30 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Duka

Tokoh Perdamaian Poso, Ambon dan Aceh dr Farid Husain SpB Meninggal

Almarhum adalah sahabat dekat mantan Wapres Jusuf Kalla. Almarhum tokoh penting dalam upaya Indonesia mewujudkan perdamaian di Poso, Ambon dan Aceh.

Tayang:
Capture Youtube
dr Farid Wadjdi Husain SpBKB 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Inna lillahi wa inna ilahirrajiun. Tokoh perdamaian dan resolusi konflik dr Farid Husain SpBKB meninggal, Selasa (23/3/2021) malam sekira pukul 20.18 wita.

Ia meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat atau RSUP dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kabar duka tersebut disampaikan sahabat almarhum, Prof Dr Idrus Paturusi SPBO yang juga mantan Rektor Universitas Hasanuddin melalui grup whatsApp Alumni Unhas, beberapa menit lalu.

“Semoga Bapak dr Farid Husain SpB diampuni segala kekhilafannya dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiinn Allahumma Aamiin,” tulis Idrus Paturusi yang juga dikenal sebagai dokter di medan bencana ini.

Idrus Paturusi dan dr Farid Husain sama-sama alumni sekaligus dosen di Fakultas Kedokteran Unhas

Almarhum juga dikenal sebagai sahabat dekat mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Almarhum adalah tokoh penting dalam upaya Indonesia mewujudkan perdamaian sejumlah konflik di Indonesia.

Di antaranya konflik Poso, Ambon hingga Nanggroe Aceh Darussalam.

Ia pernah menjabat Direktur Jenderal Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan RI (2005 - 2010).

Saat ini masih tercatat sebagai Pengurus Pusat PMI (2014-sekarang), Dewan Pengawas RSUP dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar (2016-2021), dan Komisaris Utama PT Bio Farma (Persero) (2018-Sekarang). 

Karier

Dikutip dari wikipedia, Farid Husain pada awalnya berkarier di dunia pendidikan. Pada tahun 1979, ia mulai bekerja sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Sebagai akademisi, ia pernah menjabat Wakil Dekan Fakultas Kedokteran (1991-1995).

Pada periode 1995-2001 Farid Husain menjabat sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Islam Faisal, Makassar (1995-2002).

Pada periode yang sama ia juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Sulawesi Selatan.

Pada periode 1996-2001 Farid Husain menjabat Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan

Pada tahun 2001, Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla meminta Farid Husain membantunya sebagai Staf Ahli Menko Kesra Bidang Peran Serta Masyarakat (2001-2002).

Ia juga pernah menjabat Deputi II Menko Kesra Bidang Kesehatan, Lingkungan Hidup dan Sosial (2002-2005).

Dalam kapasitas ini, Farid Husain turut terlibat dalam mengupayakan perdamaian di Poso dan Ambon.

Sejak tahun 2005 hingga tahun 2010, ia menjabat Direktur Jenderal Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan

Perundingan dengan GAM

Farid Husain adalah salah satu anggota delegasi pemerintah Indonesia dalam perundingan dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia pada tahun 2005.

Perundingan yang dimediasi oleh Martti Ahtisaari ini berhasil mewujudkan Kesepakatan Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005.

Dengan kesepakatan ini, Konflik Aceh yang telah berlangsung 30 tahun diakhiri.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia gerakan separatis diselesaikan dengan solusi politik yang komprehensif

Peran utama Farid Husain adalah melaksanakan inisiatif Wakil Presiden Jusuf Kalla di belakang layar (second track diplomacy) sebelum dan dalam proses perundingan.

Sejak tahun 2003, ia menjalin komunikasi untuk membangun kepercayaan ke dalam lingkungan pimpinan GAM di dalam dan di luar negeri.

Bersama Juha Christensen, ia melakukan kontak awal dengan tokoh GAM di luar negeri, termasuk ke Thailand, Australia dan Amerika Serikat

Dalam melaksanakan misi ini, mereka sering menerobos batas-batas protokoler.

Penyelesaian Konflik Poso
Farid Husain ikut berperan dalam penyelesaian Konflik Poso yang menelan ratusan korban jiwa, ribuan rumah musnah terbakar dan menyebabkan sekitar 90.000 penduduk Poso mengungsi.

Konflik yang diawali oleh konflik politik lokal dan konflik anak muda melebar menjadi konflik agama berhasil diselesaikan melalui Deklarasi Malino pada 20 Desember 2001.

Peran Farid Husain adalah membantu menjalankan panduan Panduan Rekonsiliasi Poso yang digagas oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Jusuf Kalla, ketika itu, selaku pejabat yang diberi tugas oleh Sidang Kabinet pada 13 Desember 2001 untuk menangani Konflik Poso.

Salah satu upaya awal menyelesaikan konflik di Poso adalah mencari dan mengumpulkan tokoh-tokoh representasi kedua pihak yang berkonflik untuk saling dipertemukan.

Upaya ini menghasilkan disepakatinya 20 tokoh sebagai representasi masyarakat, 10 orang dari masing-masing pihak. Mediasi kedua belah pihak dilakukan oleh Menko Kesra sendiri.

Mengakhiri Konflik Ambon

Upaya penyelesaian konflik Ambon diawali dengan pertemuan pendahuluan antara wakil kedua pihak yang berkonflik pada 30 Januari 2002.

Farid Husain bertanggung jawab untuk memastikan terpilihnya representasi dari masing-masing pihak yang berkonflik, yang totalnya 30 orang.

Dalam upaya menarik dukungan terhadap upaya perdamaian, Farid Husain mengupayakan pendekatan dengan tokoh-tokoh masyarakat di Ambon.

Ia antara lain merancang kunjungan Menko Kesra Jusuf Kalla ke kantong-kantong penduduk Kristen termasuk dengan mengunjungi secara mendadak kediaman uskup.

Pertemuan ketiga diadakan di Makassar pada 31 Januari 2002. Dalam pertemuan dengan kedua kelompok, diadakan pembicaraan untuk merumuskan konsep penghentian konflik.

Pertemuan puncak kedua belah pihak diadakan di Malino pada 11 dan 12 Februari 2002.

Menurutnya, dialog yang dilandasi dengan niat tulus adalah jalan terbaik dan bermartabat dalam menyelesaikan konflik.

"Termasuk konflik di Papua. Tidak sulit mewujudkan, jika semua pihak ada kemauan," kata dr Farid Husain dalam beberapa kesempatan. (*)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved