Breaking News:

Viral

Irene Kharisma Sukandar, Gadis Cantik Yang Menang Main Catur Lawan Dewa Kipas, Ini Gelarnya

Dewa Kipas alias Dadang Subur kalah saat bermain catur melawan gadis cantik bernama Irene Kharisma Sukandar.

Tangkap Layar Instagram irene_sukandar
Irene Kharisma Sukandar 

TRIBUNMANADO.CO.IDDewa Kipas alias Dadang Subur kalah saat bermain catur melawan gadis cantik bernama Irene Kharisma Sukandar.

Ternyata Irene Kharisma Sukandar punya banyak prestasi di dunia catur

Kiprah Irene Kharisma Sukandar di dunia catur tak main-main. Ini gelarnya. 

Simak sejumlah fakta tentang Irene Kharisma Sukandar.

Baca juga: Chelsie Monica, Gadis Cantik Komentator Pertandingan Catur Dewa Kipas VS GM Irene Kharisma Sukandar

Baca juga: Seorang Guru SD Terjatuh Dari Jembatan Saat Melintas Menggunakan Sepeda Motor, Begini Kondisinya

Baca juga: Malam Nisfu Syaban 28-29 Maret 2021, Ini Doa & Amalan Yang Dianjurkan Untuk Dilakukan

Foto: Grandmaster wanita catur Indonesia, Irene Sukandar.

Foto: Grandmaster wanita catur Indonesia, Irene Sukandar. ((Instagram irene_sukandar))

Berikut ini fakta seputar Irene yang bergelar Grand Master Internasional Wanita.

Seperti diketahui, polemik seputar Dewa Kipas telah mencapai puncaknya.

Pertandingan antara Irene vs Dewa Kipas telah dilaksanakan pada Senin (22/3/2021).

Irene Sukandar pun telah memenangkan tanding catur persahabatan dengan Dewa Kipas alias Dadang Subur.

Terlepas dari pertandingan itu, Irene sendiri diketahui telah banyak memenangkan kejuaraan catur internasional.

Bahkan, dirinya disebut sebagai wanita Indonesia pertama yang bergelar Grand Master Internasional Wanita (GMIW).

Dirangkum dari berbagai sumber, inilah sederet fakta seputar sosok Irene Sukandar.

1. Juara Catur Internasional Sejak Usia Belia

Nama lengkapnya ialah Irene Kharisma Sukandar.

Ia lahir di Jakarta pada 7 April 1992, umurnya pada 2021 ini menginjak 28 tahun.

Irene mulai bermain catur saat berusia tujuh tahun dengan turnamen internasional pertamanya pada usia sembilan tahun.

Diberitakan Harian Kompas, 11 November 2014, Irene Sukandar mulai berlatih catur pada 1999.

Kala itu ia masuk di Sekolah Catur Utut Adianto, Bekasi.

Sejak saat itu, ia tumbuh menjadi pecatur putri yang patut diperhitungkan.

2. Raih Gelar Master Percasi di Usia Sembilan Tahun

Kiprah Irene di dunia catur memang fantastis.

Pada tahun 2001, usianya masih sembilan tahun, ia telah mencapai gelar Master Percasi (MP).

Setelah itu, prestasinya terus berderet.

Tahun 2002, ia memperoleh gelar Master Nasional Wanita (MNW).

Ketika masih SMP, tahun 2004, Irene menggenggam gelar Master dari federasi catur dunia (FIDE).

Itu adalah saat berlangsung Olimpiade Catur di Malorca, Spannyol.

3. Sosok Pertama Indonesia yang Bergelar Grand Master Internasional Wanita

Mengutip en.chessbase.com, pada usia dua belas tahun, dia bermain di Olimpiade Calvia pada tahun 2004, dan memperoleh medali perak.

Pada usianya yang ke-16 tahun, 2008, Irene memperoleh gelar Women Grand Master (WGM).

Itu terjadi saat Olimpiade Dresden di Jerman.

Ia juga mencatatkan sebagai wanita pertama Indonesia yang bergelar Grand Master Internasional Wanita (GMIW).

Pada 2013 lalu, ia memperoleh gelar International Master, gelar bagi pecatur laki-laki.

Gelar itu ia peroleh setelah berjuang selama hampir enam tahun dan mencapai rating 2400.

4. Sederet Prestasi yang Ditorehkan

- Juara 3 Kelompok Umur (KU) 10 Kejuaraan Catur ASEAN 2002 di Singapura

- Juara 4 KU 10 tahun Kejuaraan Catur ASEAN di Malaysia 2003

- Dua medali perak pada SEA Games Vietnam 2003

- Peringkat ke-9 Kejuaraan Dunia Junior di Yunani 2003

- Medali perak Olimpiade Catur papan tiga di Spanyol 2003

- Peringkat ke-14 Kejuaraan Dunia Junior di bawah 14 tahun di Pulau Kreta, Yunani 2004

- Medali perak Kejuaraan Catur Asia di bawah 14 tahun di Singapura 2004

- Imbang 3-3 dalam dwitarung melawan GMW Corke 2005. Corke adalah juara 1 Kejuaraan Catur Asia di bawah 14 tahun di Singapura

- Peringkat 4 Kejuaraan Dunia Junior di Georgia 2006

- The Best Woman Player pada Malaysia Open 2008

- Imbang 2-2 melawan IM Tania Sachdev dalam dwilomba JAPFA 2010

- Juara 1 dalam Brunei Invitational IM Tournament 1 dan juara 2 dalam Brunei Invitational IM Tournament 2 di tahun 2010

- Juara 1 Asian Continental Chess Championship di Vietnam tahun 2012

- Juara 1 'the 5th Alexander the Great open Championship 2013' di Chalkidiki, Yunani (dilaksanakan pada tanggal 7-14 Mei 2013)

- The Best Woman Player di Grand Europe Open Albena, Bulgaria bulan Juni 2013

- Medali Emas 'International Chess Rapid pada 27th Sea Games 2013' di Nay Pyi Taw, Myanmar (dilaksanakan pada tanggal 5 - 22 Desember 2013)

- Medali Emas 'International Chess Blitz pada 27th Sea Games 2013' di Nay Pyi Taw, Myanmar (dilaksanakan pada tanggal 5 - 22 Desember 2013)

- Juara 1 Australian Women's Masters di Melbourne, Australia pada Januari 2014

- Juara 1 Asian Continental Chess Championship di Sharjah, Uni Emirat Arab, April 2014

(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

Berita Terkait Irene Kharisma Sukandar

Artikel ini telah tayang di;

Tribunjabar.id

https://jabar.tribunnews.com/2021/03/23/siapa-irene-sukandar-yang-kalahkan-dewa-kipas-kiprah-di-dunia-catur-tidak-main-main-ini-faktanya?page=all

Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved