Breaking News:

RHK Jumat 19 Maret 2021

RENUNGAN KRISTEN - Sosok Bernama Petrus

Simon, itulah nama asli Petrus. Petrus atau Kefas adalah nama pemberian Yesus, yang berarti "batu karang"

Istimewa
Renungan Harian 

_ Yohanes 18:10 _
TRIBUNMANADO.CO.ID - Simon, itulah nama asli Petrus. Petrus atau Kefas adalah nama pemberian Yesus, yang berarti "batu karang", yang mengisyaratkan bahwa Yesus meletakkan landasan gereja-Nya di atas Petrus.

Dari 12 rasul Yesus, dialah yang pertama menjadi pemimpin nomor 1 gereja mula-mula sebagai Paus pertama orang Kristen (ketika itu Kristen masih satu) yakni menjadi Santo Petrus. Ia adalah seorang nelayan dari Galilea yang diberi posisi pemimpin oleh Yesus (Mat 16:18, Yoh 21:15-16). Ia dan saudaranya, Andreas adalah rasul pertama yang dipanggil Yesus.

Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen (Istimewa)

Digelari "batu karang" karena dia kuat dan pemberani. Dalam banyak hal dia menjadi jurubicara mereka. Dialah yang pertama mengatakan Yesus adalah Anak Allah Yang Hidup, Mesias, Tuhan dan Juruselamat dunia. Dialah rasul pertama yang berani berkhotbah pada hari Pentakosta setelah Roh Kudus turun atas mereka dan dia jugalah orang pertama yang memberitakan Kristus kepada seorang non Yahudi.

Dia tergolong murid paling berani dan kontroversial, meski terkadang di luar kontrol. Termasuk ketika para imam kepala, orang Farisi dan prajurit-prajurit menangkap Yesus. Dia membela Gurunya dan menghunus pedang ke telinga Malkhus, salah satu rombongan yang menangkap Yesus, hingga putus telinganya.
Demikian firman Tuhan hari ini.

_ Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus. (ay 10)_

Malkhus adalah orang kepercayaan dari Imam Kayafas. Tapi bagi Petrus, itu tidak membuatnya gentar. Ia melawan karena dia sangat mencintai dan menghormati Guru yang juga adalah Tuhannya.

Begitulah sosok Petrus. Dia memang sempat menyangkal Yesus sampai 3 kali, tapi lihatlah pertobatannya setelah itu. Apa yang dia lakukan, sungguh luar biasa dalam kerasulannya. Sebab dia juga turut menyaksikan bagaimana Yesus melakukan banyak mujizat. Dia pun mendapat karunia melakukan mujizat-mujizat.

Semua rasul mati sebagai martir dalam kesetiaan kepada Kristus. Petrus yang tak pernah takut itu, menerima penyiksaan yang luar biasa. Sebab, karena pemberitaannya tentang Kristus, dia mati tersalib. Bahkan cukup mengenaskan, karena dia mati disalib dan terbalik, kepala di bawah. Ini dia terima karena merasa tidak layak disamakan dengan Yesus yang mati tersalib berdiri. Di hari penyalibannya itu, Petrus bersukaria karena katanya, dia akan segera bertemu kembali dengan Juruselamatnya yang Agung.

Karena itu, tak mengherankan bagi Petrus, ketika gerombolan itu menangkap Yesus, dia melawan. Padahal jumlah mereka sangat banyak. Sementara mereka hanya 12 orang. Tapi Petrus tidak takut.
Sosok Petrus ini sebenarnya mewakili karakter kemanusiaan kita. Tapi Petrus tentu punya banyak kelebihan dan keunggulan, seperti yang diuraikan di atas. Bahkan kalau boleh disebut sebagai "manusia super."

Petrus tidak tega melihat Sang Guru Agung menderita. Tapi, jalan itu tidak bisa dihalanginya. Sebab, kalau tidak, rencana agung Allah tidak terlaksana. Maka menderita sengsara, adalah jalan yang harus dilewati Yesus. Petrus pun mengerti dan akhirnya menjadi hamba Yesus yang super setia.

Kitapun tidak ingin ada penderitaan dan kesengsaraan itu. Tapi itu harus terjadi. Karena itu, seperti Petrus, di minggu sengsara ini, marilah kita meresapi dan mengimani semua proses sengsara Tuhan Yesus dengan terus hidup semakin erat melekat kepada-Nya.

Caranya adalah, jangan menyengsarakan Yesus lagi dalam hidup kita dengan berbuat dosa dan menyakiti hati-Nya dengan hidup tidak taat kepada-Nya.
Sebagai keluarga Kristen, teladanilah sosok Petrus yang siap menderita mengikuti Yesus, memikul salibnya dengan tetap hidup setia dan taat kepada-Nya.

Sebab telah tersedia berkat melimpah, kasih karunia dan keselamatan sempurna dari Tuhan Yesus bagi kita yang terus setia dan taat melayani-Nya. Amin

DOA: Tuhan Yesus, tuntun kami agar meski menderita tapi tetap setia dan taat pada-Mu. Amin

Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved