Breaking News:

TNI

4 Tokoh Penerima Gelar Jenderal Kehormatan Bintang 4, Jadi Presiden hingga Kepercayaan Jokowi

Pangkat Jenderal TNI biasanya dikenakan oleh jabatan seorang Kepala Staf TNI Angkatan Darat atau Panglima TNI. ada 13 orang penerima gelar Jenderal

Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
KOLASE TRIBUNMANADO/ISTIMEWA
Agum Gumelar, Luhut Binsar Panjaitan dan Susilo Bambang Yudhoyono 

Hendropriyono adalah mantan Kepala Badan Intelijen Negara, ia dijuluki the master of intelligence karena menjadi "Profesor di bidang ilmu Filsafat Intelijen" pertama di dunia.

Ia menjadi satu-satunya dan pertama di dunia yang menjadi Guru Besar Intelijen.

Ia juga pernah menjadi Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan dalam Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan dari tahun 1998 hingga 1999.

Ia menjadi Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dari tanggal 27 Agustus 2016 hingga 13 April 2018.

AM Hendropriyono mendapat penganugerahan Jenderal Kehormatan oleh Presiden kelima, Megawati Soekarnoputri.

Kala itu Hendropriyono menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara periode 2001-2004.

Luhut Binsar Pandjaitan

Luhut Binsar Pandjaitan lahir Toba Samosir, Sumatera Utara, 28 September 1947

Luhut Binsar Pandjaitan adalah  Duta Besar RI untuk Singapura (1999-2000) Menteri Perindustrian dan Perdagangan (2000-2001) Kepala Staf Kepresidenan (2014-2015) Menko Polhukam (2015-2016) Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016-2019) dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia mulai 2019 - sekarang.

Luhut pernah menjabat sementara Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Menteri Perhubungan Indonesia dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Ini tanda Luhut sangat dipercayai Presiden Jokowi

Karier militer Luhut Binsar Pandjaitan banyak dihabiskan di Kopassus TNI AD.

Pangkat terakhir luhut adalah Letnan Jenderal TNI (1997) dan jabatan Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklat TNI AD) .

Dia mendapat penganugerahan Jenderal Kehormatan oleh Presiden Abdurrahman Wahid saat menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia periode 2000-2001.

Agum Gumelar

Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, M Sc adalah mantan Menteri Perhubungan pada Kabinet Gotong Royong (2001-2004).

Agum Gumelar lahir di Tasikmalaya pada 17 Desember 1945.

Agum Gumelar menghabiskan masa kecilnya di Bandung hingga selesai pendidikan SMA.

Agum Gumelar kemudian melanjutkan pendidikannya di Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang pada 1969. 

Agum Gumelar menikah dengan Linda Amalia Sari putri dari Letjen (Purn) Achmad Tahir, salah satu tokoh militer Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata kabinet Pembangunan IV.

Agum Gumelar terjun ke dunia politik pada 1999 ketika Agum Gumelar menjabat sebagai Menteri Perhubungan.

Disaat yang sama, Agum Gumelar juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI periode 1999-2003.

Kemudian Agum Gumelar menjadi Menko Polkam dalam Kabinet Persatuan Nasional pada 2001 di bawah kepemimpinan Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Agum Gumelar menjabat sebagai Menteri Perhubungan di dalam Kabinet Gotong Royong pada 2001

Agum Gumelar menjadi calon wakil presiden dalam pemilihan presiden dari fraksi PPP bersama Hamzah Haz sebagai calon presiden pada 2004

Agum Gumelar mencalonkan diri dalam Pilkada DKI Jakarta pada 2007

Satu tahun kemudian, Agum Gumelar dicalonkan sebagai Gubernur Jawa Barat oleh PDIP namun gagal.

Pada 2011, Agum Gumelar menjabat sebagai Ketua Komite Normalisasi PSSI dan sebelumnya Agum menjabat sebagai Ketua umum KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) pada 2003 hingga 2007. 

Presiden Joko Widodo melantik Agum Gumelar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada 17 Januari 2018

Di militer, Agum Gumelar dengan pangkat Mayor Jenderal.

Agum Gumelar juga mendapat penganugerahan Jenderal Kehormatan oleh Presiden Abdurrahman Wahid.

Waktu itu, dia menjabat sebagai Menteri Perhubungan periode 1999-2001. (Aldi Ponge/Tribun Manado)

Berita Terkait Jenderal TNI

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved