Rabu, 27 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Albert Einstein

Foto Ikonik Albert Einstein Julurkan Lidah, Ternyata Ungkapan Jengkel

Foto yang paling ikonik dari Albert Einstein yang menjulurkan lidah ternyata punya kisah unik di baliknya.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
Istimewa
Albert Einstein 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah kisah di bakik foto ikonik ilmuwan fisika Albert Einstein.

Diketahui, Albert Einstein adalah ilmuwan fisika sangat berpengaruh di abad ke-20.

Albert Einstein lahir pada 14 maret 1879 di Ulm, Wurttemberg Jerman. Einstein mengalami pendarahan di bagian dalam perutnya, 17 April 1955

Namun demikian, Einstein menolak operasi, dengan mengatakan, "Saya ingin pergi saat saya menginginkannya. Hambar rasanya memperpanjang hidup secara tidak alami. Saya telah menyelesaikan urusan saya; ini saatnya untuk pergi. Saya akan melakukannya dengan elegan."

Einstein wafat di Rumah Sakit Princeton keesokan paginya pada usia 76 tahun, setelah terus bekerja sampai penghujung hayatnya.

Einstein mengembangkan teori relativitas yang mengubah paradigma ilmu pengetahuan.

Foto yang paling ikonik dari Albert Einstein yang menjulurkan lidah ternyata punya kisah unik di baliknya.

Dilansir dari DW, foto ini ternyata diambil saat Einstein merayakan ulang tahunnya ke-72 yaitu pada 14 maret 1951.

Pada saat itu, teman-teman Einstein merayakan ulang tahunnya di pusat penelitian tempat Einstein bekerja. Mengetahui hal itu, paparazzi kemudian datang ke acara tersebut.

Einstein tidak terlalu suka dengan pemberitaan media. Ia pun jengkel dengan kehadiran paparazzi. Namun, ketika duduk di dalam limosin bersama rekan dan istrinya, Einstein tak bisa mengelak lagi.

Seseorang berkata “hei profesor, senyum dulu untuk foto ulang tahun”, karena jengkel, Einstein menjulurkan lidahnya seperti di foto tersebut. Foto ini pun berhasil diabadikan oleh fotografer Arthur Sasse.

Namun, kepopuleran foto ini ternyata bukan karena sang fotografer melainkan ulah Einstein sendiri.

Ia memesan foto tersebut dan menggunting hanya bagian dirinya.

Einsten mengaku pose lidah yang terjulur itu mencerminkan pandangan politiknya.

14 Maret 1879: Lahirnya Albert Einstein, Fisikawan Penemu Teori Relativitas

Hari ini dalam sejarah, 14 Maret 1879, lahirnya seorang fisikawan sekaligus insinyur terkenal dari Ulm, Jerman, Albert Einstein.

Albert Einstein dikenal berkat temuannya ihwal relativitas khusus dan umum yang mengubah pandangan manusia tentang alam semesta.

Karyanya dalam teori partikel dan energi membantu fisikawan lain dalam menemukan mekanikan kuantim dan bom atom.

Persamaan Einstein yang paling dikenal adalah rumus kesetaraan massa-energi E = mc2.

Berkat pengabdiannya dalam ilmu pengetahuan khususnya fisika teoritis, Einstein menerima Nobel Fisika pada tahun 1921 atas penemuannya tentang hukum efek fotolistrik.

Einstein menerbitkan lebih dari 300 makalah ilmiah dan lebih dari 150 karya nonilmiah. [1]

Kehidupan Pribadi dan Pendidikan

Albert Einstein lahir di Ulm, Kerajaan Württemberg, Kekaisaran Jerman, pada tanggal 14 Maret 1879.

Ia adalah anak dari Herman Einstein, seorang agen penjualan insinyur dan Pauline Koch.

Pada tahun 1880, keluarganya pindah ke Munich, tempat ayah Einstein dan pamannya Jakob mendirikan Elektrotechnische Fabrik J. Einstein & Cie, sebuah perusahaan yang memproduksi peralatan listrik dengan memanfaatkan arus searah.

Eintein berasal dari keluarga penganut Yahudi yang tidak taat.

Dalam hal pendidikan, Einstein bersekolah di SD Katolik Munich, Jerman.

Pada usia 8 tahun, ia dipindahkan ke Gimnasium Luitpold, tempat ia menempuh pendidikan SMP dan SMA.

Seiring waktu berjalan, Einstein mendaftar di sekolah kanton Argovian (Gimnasium) di Aarau, Swiss, pada tahun 1895 dan 1896 untuk menamatkan SMA dan mempersiapkan diri masuk perguruan tinggi.

Pada usia 17 tahun, Einstein diterima dalam program diploma empat tahun pendidikan matematika dan fisika di Politeknik Zürich. 

Karier Ilmiah

Sepanjang hidup, Albert Einstein telah menerbitkan ratusan buku dan artikel.

Ia menerbitkan lebih dari 300 makalah ilmiah dan 150 makalah non ilmiah.

Pada tanggal 5 Desember 2014, sejumlah universitas dan lembaga arsip mengumumkan perilisan makalah-makalah Einstein, yang terdiri dari lebih 30.000 dokumen.

Selain karya yang dikerjakannya sendiri, ia juga berkolaborasi dengan ilmuwan lain dalam proyek-proyek ilmiahnya. [3]

Penghargaan

Berkat pengabdiannya terhadap ilmu pengetahuian, Albert Einstein menerima banyak penghargaan dan penghormatan,

Pada tahun 1922, ia dianugerahi Nobel Fisika 1921 "atas jasanya terhadap Fisika Teoretis, dan terutama karena penemuan hukum efek fotolistrik".

Tak satu pun penerima nominasi Nobel 1921 memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Alfred Nobel, sehingga Nobel Fisika 1921 dianugerahkan kepada Einstein pada tahun 1922. 

Kematian

Pada tanggal 17 April 1955, Einstein mengalami pendarahan di bagia dalam perutnya.

Namun demikian, Einstein menolak operasi, dengan mengatakan, "Saya ingin pergi saat saya menginginkannya. Hambar rasanya memperpanjang hidup secara tidak alami. Saya telah menyelesaikan urusan saya; ini saatnya untuk pergi. Saya akan melakukannya dengan elegan."

Einstein wafat di Rumah Sakit Princeton keesokan paginya pada usia 76 tahun, setelah terus bekerja sampai penghujung hayatnya.

Saat diautopsi, patolog Rumah Sakit Princeton, Thomas Stoltz Harvey, mengambil otak Einstein untuk diawetkan tanpa seizin keluarganya, dengan harapan bahwa ilmu saraf masa depan bisa mengetahui penyebab kecerdasan luar biasa Einstein.

Jenazah Einstein dikremasi dan abunya disebar di lokasi yang dirahasiakan. 

Albert Einstein Nikahi Sepupunya Bernama Elsa Einstein

Fisikawan teoretis Albert Einstein menikahi sepupunya bernama Elsa Einstein pada 2 juni.

Menariiknya, ibu Albert Einstein merupakan saudara perempuan ibu Elsa, sedangkan ayah Albert Einstein merupakan sepupu ayah Elsa.

Pernikahannya ini menjadi yang kedua, baik bagi Albert Einstein maupun Elsa.[1]

Sebelumnya, Albert Einstein menikahi Mileva Maric tahun 1903 dan bercerai tahun 1919.

Perkawinannya dengan Elsa tidak menghasilkan anak dan Elsa meninggal pada 20 Desember 1939.[2]

Pernikahan pertama Albert Einstein

Einstein menikahi mantan muridnya bernama Mileva Maric pada 6 Januari 1903.

Pernikahannya sangat sederhana dan tidak ada bulan madu.

Mereka memiliki dua putra, dan satu anak perempuan yang lahir sebelum pernikahan keduanya dan meninggal ketika masih kecil.

Keduanya memiliki ketertarikan yang sama di bidang fisika dan sains.

Bahkan, Mileva memiliki kontribusi besar ke Einstein pada pencapaian-pencapaiannya di studi fisika.[3]

Namun, dia kemudian mengaku tidak bahagia dengan pernikahan tersebut karena Mileva dianggapnya sebagai wanita yang depresi dan iri.

Dia bahkan berharap putra keduanya, Eduard, yang menderita skizofrenia tidak pernah lahir.

Einstein dan Mileva memutuskan bercerai tahun 1919.[4]

Pernikahan pertama Elsa Einstein

Elsa Einstein atau Elsa Lowenthal adalah sepupu Einstein dari pihak ibu, sedangkan ayah Elsa dan ayah Einstein juga merupakan sepupu.

Namun, keduanya sempat tidak tahu satu sama lain bahwa mereka sepupu.

Dia biasanya memanggil Einstein dengan nama "Albertle".

Elsa menikahi pedagang tekstil bernama Max Lowenthal (1864-1914) tahun 1896.

Mereka memiliki dua anak perempuan bernama Ilse (1897-1934) dan Margot (1899-1986).

Putra mereka lahir tahun 1903, tetapi meninggal segera setelah kelahirannya.

Pernikahan mereka berakhir dengan perceraian tahun 1908 dan Elsa kemudian pindah ke Berlin.[5]

Einstein menikahi sepupunya

Di Berlin, Elsa dan Einstein mulai menjalin hubungan sekitar tahun 1912.

Pada 1910-an, Elsa menjadi asisten dan teman paling terpercaya bagi Einstein.

Ketika Einstein menderita sakit serius tahun 1917, Elsa merawatnya sampai sehat.

Dua tahun kemudian, setelah proses perceraian dengan istri pertamanya, Einstein menikahi Elsa, tepatnya pada 2 Juni 1919.

Einstein juga menjadi sosok ayah bagi kedua anak Elsa, meski dirinya juga sempat jatuh cinta pada anak kedua Elsa, Ilsa.

Elsa sering menemani Einstein dalam perjalanannya untuk memberi kuliah dan ceramah.

Dia memainkan peran pendukung bagi karier Einstein yang saat itu sudah menjadi selebritis di dunia sains.

Karena tekanan dari Nazi, mereka pindah ke Amerika Serikat tahun 1933.

Namun, kesehatan Elsa memburuk karena masalah jantung dan liver.

Elsa meninggal di rumah Einstein di Princeton pada 20 Desember 1936.

SUMBER:
https://www.kompas.tv/article/155878/kisah-di-balik-foto-ikonik-einstein-julurkan-lidah

https://www.tribunnewswiki.com/2020/03/14/hari-ini-dalam-sejarah-14-maret-1879-lahirnya-albert-einstein-fisikawan-penemu-teori-relativitas

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved