RHK Rabu 17 Maret 1021
BACAAN ALKITAB - Jiwa Kesatria Yesus
Kesatria berasal dari bahasa Sansekerta, Kśatra yakni kasta atau warna, yang merujuk pada kasta bangsawan, prajurit hingga raja.
Yohanes 18:4-6
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kesatria berasal dari bahasa Sansekerta, Kśatra yakni kasta atau warna, yang merujuk pada kasta bangsawan, prajurit hingga raja.
Tugas utama seorang kesatria adalah menegakkan kebenaran, bertanggung jawab, lugas, cekatan, pelopor, memperhatikan keselamatan dan keamanan, adil, dan selalu siap berkorban untuk tegaknya kebenaran dan keadilan.
Inilah antara lain jiwa dan kepribadian yang dimiliki oleh Yesus, ketika hidup sebagai Manusia 2000 tahun silam. Sikap ini Dia tunjukkan dalam segala aspek kehidupan dan pelayanan-Nya. Termasuk ketika proses penangkapan diri-Nya oleh para imam-imam kepala, orang Farisi, prajurit-prajurit dll, disaksikan oleh si pengkhianat, Yudas Iskariot.
Ketika mereka datang ke taman Getsemani di mana Yesus dan murid-murid-Nya berada, untuk mencari Yesus, tak tanggung-tanggung Yesus langsung maju ke depan dan mengaku bahwa Dialah Yesus dari Nazaret yang mereka cari. "Akulah Dia," jawab Yesus tegas.
Demikian firman Tuhan hari ini.
_" Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?"_
_ Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka. _
_ Ketika Ia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mundurlah mereka dan jatuh ke tanah. _
Ya, Yesus adalah Kesatria Sejati. Dia mewarisi dan menjiwai serta mempraktikkan kepribadian dan karakter sebagai Kesatria Sejati, menghadapi proses-proses awal penganiayaan dan penyaliban-Nya.
Ketika hendak ditangkap, Yesus tidak bersembunyi atau melempar kesalahan kepada si pengkhianat apalagi kepada murid-murid-Nya. Dia tidak mencari pembela apalagi pengacara menghadapi kebengisan para pembenci-Nya. Dia berani menantang mereka tanpa gentar sedikitpun.
Bahkan karena keberaniaan dan kekesatriaan-Nya itu, saat Ia mengaku bahwa Dialah Yesus yang mereka cari, para gerombolan penjahat itu justeru yang kedèr. Mereka mundur hingga jatuh ke tanah. Tapi, Yesus tidak menggunakan kekuatan-Nya memanfaatkan situasi itu untuk balik menyerang atau menyakiti mereka.
Dia secara kesatria mengambil semua tanggungjawab dan siap menjadi korban serta melindungi dan menyelamatkan murid-murid-Nya dari serangan mereka. Dialah yang menanggung semuanya itu
Sahabat Kristus, sebagai pengikut dan murid Kristus di zaman now, hendaklah kita juga menjadi kesatria seperti yang Yesus teladankan. Jangan suka "cuci tangan" dari tanggungjawab. Jangan suka memempersalahkan orang lain dan melempar tanggunghawab kepada orang lain. Jangan mau menang sendiri. Jangan suka senangnya untuk kita dan susahnya ditanggung orang lain.
Jadilah kita sebagai kesatria Kristus di zaman now. Dalam kekinian, kesatria merujuk pada seseorang yang mengabdi pada penegakan hukum, keamanan, kebenaran dan keadilan yang gagah berani, juga para pegawai/pekerja profesional di berbagai bidang yang berintegritas, berkarakter dan berkepribadian baik, yang tidak berkompromi dengan kejahatan dalam bentuk apapun juga.
Termasuk dan terutama dalam pelayanan.
Kita semua adalah pelayan. Karena itu dalam segala medan pengabdian dan pelayanan kita, hendaklah kita menjadi kesatria Kristus yang melakukan kebenaran untuk membawa damai dan sukacita tanpa sedikitpun berkompromi dengan perbuatan dosa. Kesatria Kristus adalah orang-orang yang gagah berani dalam melakukan kebenaran dan keadilan yang berlandaskan kasih Kristus.
Demikian sebagai keluarga Kristen, janganlah pernah terjadi dalam hidup kita melakukan kejahatan dengan cara mengorbankan orang lain. Kita harus mengasihi dan menolong sesama tanpa batas. Tanpa hitung-hitungan dan tanpa pilih kasih. Itulah karakter kesatria Kristus, yaitu orang-orang yang hidup dalam kasih, setia dan terus taat kepada Tuhan Yesus dan melakukan segala kehendak-Nya dalam hidup kita.
Jika kita terus berlaku demikian, maka diberkatilah kita bersama keluarga dalam segala hal. Karena itu tetaplah jadi kesatria bagi hormat dan kemuliaan nama Tuhan Yesus. Amin
DOA: Tuhan Yesus, mampukan kami mengatakan tidak pada dosa dan selalu berani menyatakan kebenaran, agar hidup kami selalu memuliakan Engkau. Amin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan-harian-kristen-pembalasan-hak-tuhan.jpg)