Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cerita Alkitab

Kisah Yudas Iskariot Hianati Yesus, dan MenyerahkanNya Hanya Dengan Ciuman, Tergiur Kenikmatan Dunia

Yudas pun demikian, Dia murid Yesus, namun begitu tergiur oleh kenikmatan dunia.

Editor: Fistel Mukuan
Ilustrasi Yudas saat mencium Yesus 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Cerita dalam Alkitab perjanjian baru, dimana Yudas salah satu murid yesus yang menyerahkan diriNya kepada para Imam.

Kisah tersebut tertulis dalam kitab Yohanes 18 ayat 1 sampai 11.

Dalam Alkitab diberi judul Yesus ditangkap.

Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron.

Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.

Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya.

Maka datanglah Yudas  juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.

Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka:

"Siapakah yang kamu cari kaya Yesus.

Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret. "

Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia."

Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.

Ketika Ia berkata kepada mereka "Akulah Dia," mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.

Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang kamu cari?"

Kata mereka: "Yesus dari Nazaret."

Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia.

Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi."

Yudas Iskariot
Ilustrasi Yudas Iskariot (renunganpdk)

Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa."

Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.

 Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan  yang diberikan Bapa kepada-Ku?"

Renungan

Dalam hidup ada dua kemungkinan yaitu apakah kita akan mundur dari iman kita, ataukah masalah dalam pergumulan justru semakin membuat kita maju dalam iman percaya kepada Tuhan.

Entah apa yang ada di pikiran Yudas sehingga tergiur dengan kenikmatan sesaat dengan menerima 30 keping perak sebagai bayaran terhadap perbuatannya.

Yesus sama sekali tidak menunjukkan keinginan menyelamatkan diri apalagi ketakutan saat yudas menyerahkan Yesus kepada para imam-imam kepala dan orang farisi.

Ketika Ia menjawab Akulah dia kepada para prajurit, Dia tidak mundur tetapi Dia maju untuk membuktikan imannya kepada Bapa yang mengutus dia.

Yesus tidak takut tidak bersembunyi dan tidak melarikan diri karena masalah yang akan dihadapi, tetapi Dia dengan berani menghadapinya karena Dia sedang hidup dalam rencana Bapa-Nya.

Pada waktu itu Petrus menyerang seorang hamba imam dengan pedang sampai putus telinganya.

Namun, walaupun Petrus bermaksud membela Yesus tapi Yesus menegur Petrus sarungkan pedang mu itu.

Meskipun tindakannya dilakukan atas dasar loyalitas kepada gurunya.

Bagi Yesus salib adalah tujuan kedatangannya ke dalam dunia dan Ia telah berkomitmen untuk menanggungnya.

Iya harus meminum cawan murka Allah agar manusia ditebus dan diselamatkan. apa yang Yesus alami bukanlah kekalahan melainkan langkah awal menuju kemenangan atas dosa dan maut.

Sebagai umat Tuhan kita harus belajar dari teladan Yesus, tidak perlu takut, membela diri sembunyi, atau melarikan diri dari segala macam ancaman atau pergumulan yang datang dalam hidup kita. 

Walaupun rencana dalam hidup kita berbeda-beda namun semua memiliki tujuan yang sama yaitu untuk kemuliaan bagi nama Tuhan.

Ilustrasi BACAAN Alkitab saat Yesus Bertemu dengan Perempuan Samaria,
Ilustrasi BACAAN Alkitab saat Yesus Bertemu dengan Perempuan Samaria, (ISTIMEWA)

Oleh karena itu, menjadi seorang imam atau pemimpin bersikaplah yang baik.

Jangan jadi orang-orang rohani yang haus akan pujian, haus akan otoritas, haus akan kekuasaan dan kedudukan, sehingga begitu egois dan hanya mementingkan diri mereka sendiri.

Mereka memperkokoh kedudukan dengan cara-cara yang tidak benar, mereka mengajarkan hukum tetapi mereka tidak hidup sesuai hukum itu. mereka menyuruh orang bekerja tetapi mereka sendiri malas untuk bekerja.

Yudas pun demikian, Dia murid Yesus, namun begitu tergiur oleh kenikmatan dunia.

Iya tidak tahan uji, iya terbuai oleh uang dia telah terikat oleh mammon. Sementara murid-murid yang lain belajar untuk melayani Yesus, belajar untuk mendoakan orang lain dan belajar untuk bertumbuh dalam iman.

Sedangkan para prajurit adalah orang-orang yang bertindak kasar dan semena-mena mereka tidak adil dalam bersikap.

Harus kita sadari, kadangkala kita pun bertindak demikian, sehingga kewibawaan sebagai pemimpin hilang, terkadang kita mengikuti kata hati kita sendiri sehingga kita terjebak dalam ruang yang gelap. 

Dengan ciuman yudas menyerahkan Yesus.

Dengan begitu nYudas adalah murid sebagai pengkhianat.

Kegagalan dan kepahitan masa lalu tidak dapat kita ubah, namun kita selalu punya kesempatan untuk memperbaiki mada depan dengan melakukan hal yang benar dan baik di masa kini.

Tuhan Yesus Memberkati, Amin.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved