Breaking News:

Cerita Alkitab

Kisah Yudas Iskariot Hianati Yesus, dan MenyerahkanNya Hanya Dengan Ciuman, Tergiur Kenikmatan Dunia

Yudas pun demikian, Dia murid Yesus, namun begitu tergiur oleh kenikmatan dunia.

Ilustrasi Yudas saat mencium Yesus 

Iya harus meminum cawan murka Allah agar manusia ditebus dan diselamatkan. apa yang Yesus alami bukanlah kekalahan melainkan langkah awal menuju kemenangan atas dosa dan maut.

Sebagai umat Tuhan kita harus belajar dari teladan Yesus, tidak perlu takut, membela diri sembunyi, atau melarikan diri dari segala macam ancaman atau pergumulan yang datang dalam hidup kita. 

Walaupun rencana dalam hidup kita berbeda-beda namun semua memiliki tujuan yang sama yaitu untuk kemuliaan bagi nama Tuhan.

Ilustrasi BACAAN Alkitab saat Yesus Bertemu dengan Perempuan Samaria,
Ilustrasi BACAAN Alkitab saat Yesus Bertemu dengan Perempuan Samaria, (ISTIMEWA)

Oleh karena itu, menjadi seorang imam atau pemimpin bersikaplah yang baik.

Jangan jadi orang-orang rohani yang haus akan pujian, haus akan otoritas, haus akan kekuasaan dan kedudukan, sehingga begitu egois dan hanya mementingkan diri mereka sendiri.

Mereka memperkokoh kedudukan dengan cara-cara yang tidak benar, mereka mengajarkan hukum tetapi mereka tidak hidup sesuai hukum itu. mereka menyuruh orang bekerja tetapi mereka sendiri malas untuk bekerja.

Yudas pun demikian, Dia murid Yesus, namun begitu tergiur oleh kenikmatan dunia.

Iya tidak tahan uji, iya terbuai oleh uang dia telah terikat oleh mammon. Sementara murid-murid yang lain belajar untuk melayani Yesus, belajar untuk mendoakan orang lain dan belajar untuk bertumbuh dalam iman.

Sedangkan para prajurit adalah orang-orang yang bertindak kasar dan semena-mena mereka tidak adil dalam bersikap.

Harus kita sadari, kadangkala kita pun bertindak demikian, sehingga kewibawaan sebagai pemimpin hilang, terkadang kita mengikuti kata hati kita sendiri sehingga kita terjebak dalam ruang yang gelap. 

Dengan ciuman yudas menyerahkan Yesus.

Dengan begitu nYudas adalah murid sebagai pengkhianat.

Kegagalan dan kepahitan masa lalu tidak dapat kita ubah, namun kita selalu punya kesempatan untuk memperbaiki mada depan dengan melakukan hal yang benar dan baik di masa kini.

Tuhan Yesus Memberkati, Amin.

Editor: Fistel Mukuan
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved