Breaking News:

Lakalantas

Kisah Pilu Mekanik Ganteng & Soleh, Tewas Lakalantas, Malah Disebut Biang Kerok, Ibu Minta Keadilan

"Identifikasi tengah kami lakukan," ujar Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau melalui Kanit Laka Polres Minut IPDA Irwan Tarigan.

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Rizali Posumah
Istimewa/FB
Ridwan Sudrajad (16) tewas akibat kecelakaan tragis pada 3 Maret lalu. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Berkali kali Siti Murkaimi, warga Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menghentikan percakapan dengan Tribun Manado untuk menyeka matanya yang basah, Sabtu (13/3/2021) sore di rumahnya di Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Janda ini dilanda malang. Putranya Ridwan Sudrajad (16) tewas akibat kecelakaan tragis pada 3 Maret lalu. 

Ridwan lah selama ini tulang punggung keluarga ganti ayahnya. Generasi Z ini membuang indahnya masa muda untuk terjun dalam perjuangan hidup

Ia tak malu berjualan ayam daging dan kerja di bengkel demi menghidupi ibu dan kakaknya. 

Kehilangan Ridwan bak kiamat baginya.

"Saya sedih sekali," kata dia. 

Tak hanya sedih. Ia pun marah. Pelaku yang menabrak anaknya hingga kini masih bebas berkeliaran.

Kesedihan berbalut kemarahan membuat kehidupannya kelam, seolah - olah keadilan hanya ada di langit dan dunia hanya sampah. Depresi melandanya.

"Saya minta keadilan. Pelakunya harus dipenjarakan," beber dia.

Yang kian membuat kecewa Siti, anaknya yang sudah meninggal malah dapat label buruk yakni pembalap dan karena itu seolah disalahkan. 

Beber Siti, sesuai informasi yang diperoleh pihaknya, pelaku yang menabrak Ridwan hanya alami luka kecil. 

Usai menabrak Ridwan, ia pergi ke RS lembean untuk melapor laka tunggal. 

"Saya kecewa anak saya sudah meninggal tapi disalahkan," kata dia. 

Ia bercerita, Ridwan semasa hidup adalah anak yang saleh. 

Dia penurut, pekerja keras, rajin solat serta rajin bergaul. Sang anak tak merokok dan minum minuman keras karena ingin jadi polisi atau TNI.

"Sering ia bujuk temannya yang muslim untuk solat daripada minum minum," kata dia. 

Mengenai luasnya pergaulan Ridwan, hal itu nampak dari teman temannya yang datang melayat. 

Mereka berjumlah ratusan berasal dari Minut, Bitung, Manado hingga Langowan. Ridwan dikenal sebagai mekanik cakep yang soleh.

"Saya mau luruskan, ia bukan pembalap tapi hanya mekanik. Tak pernah ia ngebut seperti pembalap," kata dia. 

Dirinya mengaku sudah ikhlas dengan takdir Allah yang mengambil anaknya. Tapi ia ingin keadilan.

"Saya ingin keadilan," kata dia. 

Pihak Polres Minut mengatakan masih mengusut kasus lakalantas tersebut.

"Identifikasi tengah kami lakukan," ujar Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau melalui Kanit Laka Polres Minut IPDA Irwan Tarigan.

Ia meminta keluarga bersabar karena pihaknya masih melakukan penyelidikan. (art) 

Baca juga: Sulut Akhirnya Lahirkan Startup Berskala Nasional

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Senin 15 Maret 2021, Libra Jangan Khawatir Keberuntungan Sedang Memihakmu

Baca juga: Ucapan Atta Halilintar Bikin Krisdayanti Meleleh, Suara Atta Terbata-bata dan Tangisannya Pecah

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved