Breaking News:

Kabar Rusia

Rusia Kerja Sama Turki dan China, Bangun Stasiun Penelitian Luar Angkasa hingga Reaktor Nuklir

Dua negara besar, China dan Rusia dikabarkan telah mencapai kesepakatan kerja sama untuk pembangunan stasiun luar angkasa di bulan

Editor: Aldi Ponge
Turkish Presidency via AP, Pool
Recep Tayyip Erdogan dari Turki duduk paling kanan, dan di kiri bawah layar, dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di kanan bawah, berbicara dalam sebuah upacara karena mereka telah meresmikan dari jarak jauh pembangunan reaktor nuklir ketiga pembangkit listrik Akkuyu di provinsi Mersin di pantai Mediterania , di Ankara, Turki, Rabu, 10 Maret 2021. Erdogan menyebut tanaman itu sebagai simbol kerja sama Turki-Rusia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Rusia terus memperkuat kerja sama dengan dua negara terdekatnya yakni  China  dan Turki.

Rusia dan China bekerjasama membangun pembangunan stasiun luar angkasa di bulan. 

Sedangkan Rusia dan Turki baru saja meresmikan pembangunan reaktor nuklir ketiga di pembangkit listrik tenaga nuklir 

Kedua negara tersebut, memang dikenal negara yang aktif dalam eksplorasi di bidang antaraiksa.

Rekam jejak Rusia di bidang eksplorasi antariksa dapat ditelusur hingga ke era Uni Soviet, yang pada tahun 1957 menjadi negara pertama yang berhasil meluncurkan satelit ke orbit bumi, Sputnik 1.

Saat era Perang Dingin, Soviet terlibat persaingan sengit dengan Amerika Serikat di bidang eksplorasi luar angkasa.

Pada 1960, Soviet mengirim makhluk hidup pertama ke ruang angkasa, anjing Belka dan Strelka, mengitari orbit dan membawanya kembali ke bumi.

Setahun kemudian, kosmonot Soviet, Yuri Gagarin, menjadi manusia pertama yang berhasil dikirim ke luar angkasa.

Di sisi lain, China tergolong terlambat dalam hal perkembangan teknologi antariksa. Negeri Tirai Bambu baru berhasil mengirim satelit pertamanya ke orbit bumi pada 1970.

Presiden China, Xi Jinping dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Presiden China, Xi Jinping dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. (AFP)

Sejak saat itu, pemerintah China telah menggelontorkan miliaran dollar AS untuk berinvestasi di bidang eksplorasi antariksa, termasuk meluncurkan satelit dan laboratorium luar angkasa selama beberapa dekade terakhir.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved