Breaking News:

Opini

Kecelakaan Finansial di Tuban

Mereka memborong mobil-mobil tersebut dalam paket komplit. Mereka bayar kontan lengkap dengan asuransinya.

ISTIMEWA
Penulis Opini Pegiat Melek Finansial Komunitas Wong Sugih Waras, Assadurokhman 

Penulis Opini Pegiat Melek Finansial Komunitas Wong Sugih Waras, Assadurokhman

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mendapati kabar kecelakaan belasan mobil baru milik para miliarder dadakan di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur itu, saya sama sekali tidak gusar. Saya malah tersenyum.

Kenapa? Mereka memborong mobil-mobil tersebut dalam paket komplit. Mereka bayar kontan lengkap dengan asuransinya. Bukankah asuransi sebagai instrumen penghilang kerisauan. Pelindung nilai (hedging) dari mobil yang mereka tabrak-tabrakkan.

Dan, pihak bengkel yang ditunjuk perusahaan asuransi pun dengan sukarela menjemput, memperbaiki dan mengantar kembali mobil-mobil ke rumah para miliarder.

Andai dengar kabar ini Bahlil Lahadalia, kepala BKPM di pemerintahan Jokowi, bisa jadi akan tersenyum kecut.

Capture video viral warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil ramai-ramai
Capture video viral warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil ramai-ramai (Foto Istimewa)

Mantan Ketum HIPMI ini punya pengalaman turun langsung ke desa yang kini populer dijuluki kampung miliarder.

Saat itu proses pembebasan lahan sangat alot, bahkan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) amanat pemerintah ke Pertamina ini sempat mangkrak empat tahun.

Di depan forum Rakernas HIPMI, pekan lalu, Bahlil bercerita, ia sempat menyamar di desa tersebut. Mengendarai mobil Avansa, tanpa protokol, bahkan sampai menginap dua malam di mobil.

Semua itu ia lakukan demi meruntuhkan hati para pemilik lahan. Sebab nilai investasi proyek kilang Tuban itu lumayan besar, Rp 211,9 triliun. Dan, akhirnya dicapai kata sepakat soal kompensasi lahan seluas 841 hektare. Harga appraisalnya Rp600 ribu-Rp800 ribu/meter.

"(Pembebasan) itu menghabiskan ratusan miliar. Jadi satu desa itu kaya-kaya semua, Kita nggak tahu ada yang bisa bawa mobil atau tidak, iya, beli mobil semua warganya," imbuhnya.

Halaman
1234
Editor: Aldi Ponge
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved