Berita Bolmong
Dinas PP dan PA Bolmong Persiapkan Penyusunan Progran Bolmong Kabupaten Layak Anak Tahun 2021
Kepala Dinas PP dan PA Farida Mooduto mengatakan, penyusunan program KLA telah dibentuk tim, hal itu agar supaya Bolmong dapat mencapai KLA tahun 2021
Penulis: Siti Nurjanah | Editor: Rizali Posumah
Manado TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tengah menyusun program rencana Kabupaten Layak Anak (KLA).
Kepala Dinas PP dan PA Farida Mooduto mengatakan, penyusunan program KLA telah dibentuk tim, hal itu agar supaya Bolmong dapat mencapai KLA tahun 2021.
"Kami sudah menyusun program dan rencana KLA, kegiatan itu di Bappeda dengan menghadirkan narasumber dari provinsi. Dalam kegiatan tersebut sudah dibentuk tim, dengan harapan dapat berkerjasama dalam rangka Bolaang Mongondow mencapai KLA tahun 2021," ucapnya.
Ia menjelaskan, tim yang dibentuk adalah langkah dari pemkab untuk menekan angka kasus kekerasan pada anak termasuk menghiarkan anak dari buli.
Lanjutnya, untuk tercapainya Kabupaten Layak Anak memerlukan sinergitas dari setiap instansi terkait dan dukungan semua elemen masyarakat.
"Jadi bukan hanya dari Dinas PP dan PA, semua instansi terkait pun bersinergi untuk mewujudkan Bolmong KLA 2021," ucapnya.
Ia menjelaskan, tanggungjawab tercapainya KLA, kemudian berkaitan dengan menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan, bukan hanya dari PP dan PA, tapi menjadi tanggungjawab semua kekuatan yang ada di Kabupaten Bolmong.
"Perlu peran dari berbagai instansi terkait, terutama Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Dukcapil, Dinas PPKB, Dinas Kesehatan, Dinas Perpustakaan, Dinas Kominfo, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan PU, itu semua dinas terkait dalam rangka terwujudnya Kabupaten Layak Anak serta menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan," bebernya.
Ia pun mencontohkan Dinas PU di mana dapat menyediakan fasilitas ramah anak, baik di tigkat desa maupun di kabupaten.
"Waktu Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), saya sampaikan dan sosialisasikan pada camat dan sangadi, harus ada usulan-usulan dari desa untuk membuat fasilitas-fasilitas ruang bermain anak, karena saya melihat semua menjurus ke infrastruktur," jelasnya.
Padahal menurutnya program kegiatan serta fasilitas untuk anak-anak itu jangan dikesampingkan, karena 20 hingga 30 tahun masa depan daerah ini ada pada anak-anak sekarang.
"Nah apabila hak-hak anak-anak tidak kita akomodir, bagaimana nasib daerah kita 30 tahun akan datang? Syukur, sekarang di musrenbang sudah dilibatkan anak untuk menyampaikan aspirasi, karena hak-hak anak itu memang tidak bisa diabaikan," ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas PP dan PA beberapa waktu lalu mengunjungi Kota Solo dan Ternate, di sana dapat menjadi contoh yang baik dan dapat diterapkan di Bolaang Mongondow.
Menurutnya, Kota Solo membangun Taman Cerdas tepat di tengah kota, semua fasilitas untuk anak ada di situ, meski begitu bukan berarti itu hanya tempat bermain, karena di situ ada perpustakaan, radio anak, ada seni dan budayanya bahkan tempat pagelarannya ada di situ, serta disediakan tempat ibadah.
"Sementara untuk di Ternate, dibangun didekat pantai, semua fasilitas untuk anak disediakan dan dikelolah langsung oleh PKK provinsi. Di situ juga ada tempat untuk ibu-ibu untuk berjualan, sehingga banyak memberi keuntungan, selain memberi ruang untuk anak, juga memberikan income serta peningkatan ekonomi keluarga," ujarnya.