Breaking News:

Partai Demokrasi

Beragabungnya SAS Bakal Pengaruhi Kekuatan PDI-P di Tomohon

Sejumlah foto beredar luas di media sosial (medsos), SAS Mantan Politisi Golkar sedang mengenakan jas merah berlogo PDI-P.

Facebook
Pengamat Politik, Josef Kairupan. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID -- Syerly Adelyn Sompotan (SAS) belakangan dikabarkan merapat ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Bahkan sejumlah foto beredar luas di media sosial (medsos), yang mana Mantan Politisi Golkar ini sedang mengenakan jas merah berlogo PDI-P.

Lantas terkait kabar kepindahan SAS menuai tanggapan dari Pengamat Politik Josef Kairupan.

Dia menilai setiap Warga Negara diberikan hak secara politik untuk dapat dipilih dan memilih secara elektoral.

Begitupun dalam keanggotaan di partai politik tertentu, termasuk SAS yang belakangan ini santer diberitakan telah bergabung dengan partai wong cilik PDIP dengan menggunakan jas merah berlogo PDIP,  yang sejatinya SAS adalah mantan kader Golkar,

"Semenjak momen Pilkada lalu, SAS secara terang-terangan tidak lagi mendukung paslon yang diusung oleh partai Golkar. Hal ini tentunya menunjukkan indikasi ketidak sepemahaman lagi dengan Golkar," ujar Kairupan.

Akademisi Unsrat ini menyebut bergabungnya SAS akan menambah kekuatan PDI-P di Tomohon.

Hal itu terbukti dengan kemenangan Paslon PDIP baik Walikota maupun Gubernur dimana SAS sebagai ketua Tim Pemenangan di Kota Tomohon.

"Dengan demikian berarti SAS tidak lagi sebagai kader Golkar karena pada saat awal pengusungan Paslon  SAS telah mengundurkan diri dari Golkar, bukan dipecat seperti yang diberitakan," tambahnya.

Adapun prinsip take and give menurut Kairupan juga berlaku dalam dunia politik.

Halaman
12
Penulis: Hesly Marentek
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved