Breaking News:

Terkini Nasional

Moeldoko Dipaksa Mundur dari Istana, Dianggap Bawa Buruk Bagi Jokowi, Ade: Dia Berbesar Hati

Keberadaan Moeldoko yang menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) ini, disebut berpotensi membawa pengaruh buruk bagi Presiden Joko Widodo

Tribunnews
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Keberadaan Moeldoko yang menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) ini, disebut berpotensi membawa pengaruh buruk bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Terlebih, atas keterlibatannya dalam pusaran kekisruhan di tubuh Demokrat, Moeldoko dianggap berpotensi mencemarkan nama Presiden.

Pengamat Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Ade Armando, turut serta menyarankan agar Moeldoko mundur dari jabatannya sebagai KSP.

Ia menilai, kesediaannya menjadi Ketum Partai Demokrat versi KLB sulit dilepaskan dari persepsi kedekatannya dengan Joko Widodo.

Ade menganggap, hal tersebut bisa merugikan Presiden.

"Mengingat dia orang dekat Pak Jokowi dan jangan sampai ada tuduhan macam-macam, seperti KLB kemarin atas dasar perintah Pak Jokowi."

"Dan juga membersihkan reputasi Istana dari campur tangan dalam urusan internal Partai Demokrat, maka dia (Moeldoko) harus mundur."

"Saya rasa Pak Moeldoko cukup berbesar hati untuk meninggalkan Posisi KSP," ungkap Ade, dalam tayangan Kompas TV, Senin (8/3/2021).

Selain Ade Armando, Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya, juga menyarankan agar Moeldoko mundur dari jabatannya sebagai KSP.

Ia menilai, Moeldoko harus sadar, peran pejabat publik sebaiknya tidak rangkap jabatan.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved