Breaking News:

Kepala Kemenag Bolmong: Jangan Salahgunakan Kebebasan

Pria berinisial MAB (58) asal Lolak, Kabupaten Bolmong, Sulut ditahan karena kasus penghinaan di media sosial.

tribunmanado.co.id/Siti Nurjanah
Kepala Kemenag Bolmong Drs H Muhtar G Bonde. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Bolaang Mongondow (Bolmong) Drs H Muhtar G Bonde menyayangkan kasus penghinaan kepada Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang telah diedit hanya memiliki satu mata di media sosial Facebook yang dilakukan pria berinisial MAB (58) asal Lolak, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara (Sulut).

"Berkaitan dengan unggahan ini saya sebagai keluarga besar Kemenag tentunya tidak menerima jika Pimpinan Institusi yang besar ini dihina," jelasnya, kepada Tribunmanado.co.id, Jumat (5/3/2021), di kantor Kemenag Bolmong.

Meski demikian, dirinya tetap menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

"Semua itu kami serahkan kepada pihak penegak hukum yang akan memutuskan. Kami sebagai apartur Kemenag selama ini sudah juga memberikan pelayanan semaksimal mungkin sesuai dengan tugas dan fungsi kami," ujarnya.

Dengan tegas Ia tidak terima atas penghinaan yang dilakukan MAB asal Lolak kepada Menteri Agama RI.

"Jadi sekali lagi kami tidak menerima atas hinaan kepada menteri kami. Apalagi menteri kami begitu semangat membangun bangsa ini melalui peningkatan kualitas keberagamaan," tegasnya.

Lanjutnya, meskipun setiap manusia berhak dan mengkritik atau memberikan masukan tetap ada batasannya tanpa harus menghina seperti itu.

"Saya berpendapat bahwa setiap kita punya hak untuk mengkritik atau memberikan masukan akan tetapi ada batasan yang berkaitan dengan privasi seseorang atau pejabat atau siapapun itu. UU ITE sudah jelas bagaimana mengatur pemanfaatan alat media ini agar tidak kemudian kita salah menggunakan kebebasan ini," tegasnya.

Ia pun meminta, apabila ada kritikan dan saran terkait pelayanan Kemenag Bolmong bisa langsung datang tanpa harus bertindak yang tidak baik di medsos.

"Jika ada hal-hal yang kurang berkenan, maka kami bersedia untuk diberikan masukan kritik saran agar bisa lebih memperbaiki diri utuk memberikan pelayanan," ucapnya.

Ia pun mengimbau, kepada umat beragama di Bolmong agar senantiasa menjaga marwah keberagamaan agar hidup rukun akan tetap terjaga.

Sebelumnya, pria berinisial MAB (58) asal Lolak, Kabupaten Bolmong, Sulut ditahan karena kasus penghinaan di media sosial.

Dia ditangkap karena mengunggah foto Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang telah diedit hanya memiliki satu mata di akun Facebook pribadinya.

Dalam postingan di akun pribadinya itu, tersangka mengunggah foto Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut yang diedit sedemikian rupa.

Pada postingan tersebut tersangka menuliskan kalimat, "Dajjal telah turun ke bumi, para munafikun juga sudah bertebaran di atas bumi, dunia semakin tua mengaku Islam tetapi dari belakang menusuk Islam, ingat !!!! kita semua akan melalui titian yang lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari mata pedang, semoga para munafikun dan pemimpin yang zolim tidak akan menebusnya." (*)

Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Charles Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved