Breaking News:

Properti

Pajak Properti Ditanggung Pemerintah, Harga Rumah Akan Lebih Murah

Pemerintah resmi memberikan keringanan atau relaksasi untuk sektor properti khususnya dalam pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN.

Editor: muhammad irham
Dok. Kementerian PUPR
(Ilustrasi) perumahan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah resmi memberikan keringanan atau relaksasi untuk sektor properti khususnya dalam pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN.

Relaksasi PPN yang Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual maksimal Rp 2 miliar.
Kebijakan teranyar ini baru pertama kali diterapkan sepanjang sejarah pembelian unit properti di Indonesia.

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Totok Lusida menyambut baik insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diberikan untuk sektor properti ini.

Menurut dia, kebijakan ini mestinya dijadikan kesempatan bagi calon konsumen. Sebab untuk mendapatkan rumah, pembelian dengan PPN DTP merupakan sejarah baru dalam pembelian unit rumah yang pastinya akan berdampak pada harga yang lebih terjangkau.

"Ini sejarah baru dalam dunia properti Indonesia. Karena seumur-umur ngga ada kebijakan free tax atau free PPN. Bisa jadi kesempatan emas untuk masyarakat yang ingin beli rumah," kata Totok saat dihubungi Tribunnews, Rabu (3/3/2021).

Diharapkan, insentif fiskal yang berlaku sejak 1 Maret hingga 31 Agustus 2021 turut melengkapi kebijakan lainnya dalam rangka memulihkan industri properti yang lesu selama pandemi Covid-19.

Lebih terjangkau

Kebijakan PPN 100 persen ditanggung pemerintah tertuang dalam Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, relaksasi LTV/FTV sebesar 100 persen, dan penurunan suku bunga.

Diberlakukannya PPN DTP ini sekaligus membuat harga rumah terutama untuk kelas menengah dan menengah atas menjadi lebih terjangkau.
Jika harga itu telah turun, konsumen juga diuntungkan karena tidak menanggung biaya pajak yang lumayan besar.

"Pada gilirannya, rumah-rumah stok yang selama ini tidak terserap pasar akan laku terjual," imbuh Totok.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved