Breaking News:

Berita Viral

Kecam Bullying Terhadap Siswi di Kotamobagu, Hillary Lasut Minta Aparat Seriusi Masalah Ini

"Saya sangat terkejut ketika saya dikirimkan video bullying yang ternyata dilakukan para siswa yang masih menggunakan seragam sekolah," ungkap Politis

tribun manado/arthur rompis
Hillary Lasut kecam perundungan atau bullying dan kekerasan yang dialami seorang siswi di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut). 

Melihat dari bagaimana bullying itu dilakukan, maka Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (UU 35/2014) telah mengatur bahwa SETIAP ORANG dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak.

"Bagi yang melanggarnya akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72 Juta,” jelas Hil. 

Ia mengurai, dari sini kita dapat melihat bahwa dari kata SETIAP Orang tidak terbatas dewasa maupun di bawah umur  yang melakukan kekerasan terhadap anak dapat dikenakan sanksi dan dipidanakan.

Kata dia, dalam kasus ini perlu ditelusuri lagi apakah korban mengalami luka berat atau tidak.

"Karena apabila terdapat luka berat, maka pelaku dipidana dengan pidana yang lebih berat lagi yakni penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah)," tukasnya.

Hill pun menambahkan apabila pelaku merupakan anak dibawah umur, ada kemungkinan ia akan be treated as a minor.

Namun kata dia, bukan berarti si pelaku lepas dari konsekuensi perbuatannya, karena ketegasan dari semua pihak untuk menindaki hal ini akan sangat berdampak terhadap Mind set bangsa dan generasi muda Indonesia dalam menghadapi Bullying dan menilai keseriusan pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap anak dan jaminan HAM terhadap semua kalangan masyarakat dari sabang sampai merauke. 

"Stop bullying. Ini harus terus kita upayakan, bukan hanya sekedar dengan hastag, tapi dengan segala daya dan kekuatan yang kita punya, meskipun itu harus menguras tenaga, pikiran dan materi. Saya bermimpi untuk mengusulkan undang-undang Khusus mengenai Perundungan dan kekerasan terhadap anak, semoga dapat terlaksana," katanya lagi.

“Kita tentunya tidak bisa membiarkan perundungan terus terjadi, karena menurut Pasal 76C UU 35/2014:
Setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan Kekerasan terhadap Anak," pungkas Hillary. (hem)

Inka Handa Hamidah, Gadis Pelajar SMA Tabrak Motor hingga Truk, Tewas Tergeletak di Tengah Jalan

Penanaman Modal dan PTSP Bolmong Siapkan Peta Kawasan Potensi Agroindustri

Kumpulan Nama Bayi Laki-laki Islami Terbaru dan Modern, Punya Banyak Makna Berarti

Penulis: Hesly Marentek
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved