Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Ekonomi

Inflasi di Manado-Kotamobagu Terkendali Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Aktivitas ekonomi pada sektor grosir dan farmasi selama tiga minggu pertama Februari 2021 tercatat masih sebesar 17,20 persen.

Tayang:
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa
Komoditas holtikultura selalu menjadi penyumbang inflasi di Sulut. Ketersediaan pasokan dan perhatian terhadap distribusi oleh pemerintah akan menjaga tingkat inflasi. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID -  Bank Indonesia (BI) Sulut memandang penurunan tekanan inflasi di Manado dan Kotamobagu tidak terlepas dari tren aktivitas di Sulawesi Utara.

Aktivitas ekonomi pada sektor grosir dan farmasi selama tiga minggu pertama Februari 2021 tercatat masih sebesar 17,20 persen di bawah aktivitas pra Covid-19 (baseline).

Kepala Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat mengatakan, perkembangan ini meski belum membaik secara signifikan dari Januari yang tercatat 26,85 persen di bawah baseline, secara berangsur mendukung perbaikan permintaan dan meningkatkan tekanan inflasi.

Namun, terjaganya stok seiring peningkatan produksi sejumlah komoditas mendukung stabilnya harga pada Februari, terutama di Kota Manado.

"Sesuai trennya hingga Februari, aktivitas sosial ekonomi masyarakat masih berpotensi meningkat sejalan dengan pengendalian pandemi yang lebih efektif," ujar Arbonas kepada Tribun Manado, Selasa (02/03/2021).

Selain itu, ditunjang bergulirnya proses vaksinasi, sehingga potensi kenaikan tekanan inflasi tetap perlu dicermati.

Ke depan, pengendalian inflasi masih akan dipengaruhi oleh dinamika aktivitas ekonomi masyarakat.

Berbagai upaya untuk menurunkan kurva kasus aktif Covid-19 di Sulut menjadi kondisi prasyarat untuk mendorong kembali kenaikan aktivitas ekonomi.

"Meski berisiko memberikan tekanan inflasi, peningkatan aktivitas diperlukan untuk menjaga permintaan dan mendorong pemulihan ekonomi daerah," jelasnya.

Adapun untuk tetap mengendalikan tekanan inflasi pada sasaran targetnya, BI memandang perlunya sinergi seluruh dinas dan Kementerian/Lembaga terkait untuk menjaga ketersediaan pasokan komoditas strategis.

Ketersediaan pasokan dan manajemen stok pangan akan lebih efektif dan efisien bila dilakukan melalui kerja sama dengan memanfaatkan sumber daya daerah yang berlebih.

Koordinasi lintas TPID kabupaten/kota terutama dengan TPID di wilayah produsen pangan termasuk implementasi kesepakatan Kerjasama Antar Daerah (KAD), penting untuk diperkuat dalam rangka mengantisipasi potensi permasalahan pasokan, distribusi maupun keterjangkauan harga secara dini.

Selain itu, sejalan dengan potensi berlanjutnya anomali cuaca pada bulan Maret 2021, antisipasi kenaikan
harga komoditas yang relatif rentan seperti hortikultura dan perikanan perlu terus dioptimalkan.

"Upaya yang bisa dilakukan  antara lain melalui penguatan monitoring perubahan pasokan dan kelancaran distribusi sepanjangrantai pasok khususnya di Manado dan Kotamobagu," ujar Arbonas. (ndo)

Mayang Sari Jadi Duri dalam Rumah Tangga Vanessa Angel, Tanya Bibi Ardiansyah: Jadinya Aku Pelakor 

Sule Pucat dan Lemas, Nathalie Holscher Khawatirkan Kondisi Suami yang Sedang Diinfus

BREAKING NEWS, Istri Walikota Bitung Penuhi Panggilan Penyidik Kejaksaan

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved