Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Ketua IAII Sulut Lucky Mangkey Harap Tenaga IT Masuk Sasaran Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua 

Alasannya, pekerja di bidang informatika termasuk rentan tertular Covid-19 saat bertugas.

Dokumen Lucky Mangkey
Lucky Mangkey_Ketua Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) Wilayah Sulut 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Ikatan Ahli Informatika Indonesia ( IAII ) Sulawesi Utara Lucky Mangkey prihatin dengan nasib anggotanya. 

Pasalnya, mereka yang berprofesi di bidang informatika tidak masuk dalam kategori prioritas sasaran vaksinasi covid-19 tahap kedua. 

"Padahal, pekerja bidang informatika termasuk rentan tertular Covid-19 saat bertugas," kata Lucky Mangkey dalam rilisnya yang diterima tribunmanado.co.id, Minggu (28/2/2021) malam.

Menurut Wakil Rektor Bidang Telematika Universitas Nusantara ini, sebagian besar anggota mereka bekerja di perusahaan telekomunikasi dan publik di semua lini.

Hampir semua pekerjaan saat ini memanfaatkan tenaga dan fasilitas informasi dan teknologi (IT).

"Bayangkan kalau mereka setiap kali berkunjung ke rumah pelanggan atau melayani pelanggan di kantor bertatap muka dengan orang lain silih berganti setiap hari, mereka sangat rentan tertular," jelas Lucky Mangkey.

Ia menambahkan, jika para pekerja di bidang informatika terpapar covid-19 maka kebijakan Presiden Jokowi untuk transformasi digital bakal terhambat.

Baca juga: Yuni Shara Diingatkan Anaknya Agar Tahu Diri Karena Sudah Tua, Ada Apa?

Baca juga: Kamar Hotel Berdarah, Seorang Wanita Ditemukan Meninggal, Polisi Beri Penjelasan

Selain itu program work and study from home dari pemerintah juga akan terhalang jika petugas-petugas ahli informatika belum diberikan kekebalan atau imunisasi covid-19.

Mereka berharap kepada pemerintah untuk meninjau ulang aturan ini.

"Kami harap ada kebijakan khusus untuk tenaga IT yang tergabung dalam IAII agar bisa juga masuk sasaran program vaksinasi covid-19," harap pria yang juga Ketua MKGR Sulut ini.

Mangkey juga mengimbau semua tenaga IT untuk bergabung dalam IAII dengan mendaftar secara online untuk mendapatkan kartu anggotanya.

Lucky Mangkey, Ketua IAII Sulut
Lucky Mangkey, Ketua IAII Sulut (Dokumen Lucky Mangkey)

Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua

Program vaksinasi Covid-19 tahap kedua telah dimulai sejak Rabu (17/2/2021) lalu.

Dalam vaksinasi tahap kedua ini, sasarannya mencakup petugas pelayanan publik dan warga lanjut usia ( lansia) di atas 60 tahun.

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, sasaran vaksinasi tahap kedua sebanyak 38.513.446 orang.

Rinciannya terdiri dari sekitar 21,5 juta di antaranya warga lanjut usia dan 16,9 adalah orang-orang yang bekerja di bidang pelayanan publik.

Baca juga: Bagi Guru Cantik Agnes Pratiwi Senduk, Keterbatasan Internet Bukan Penghalang untuk Belajar

Baca juga: Asisten Rumah Tangga Disiram Air Panas, Wajahya Pun Lebam Disiksa Majikannya di Kota Medan

Maxi menjelaskan, sasaran vaksinasi covid-19 tahap kedua adalah kelompok masyarakat dengan tingkat interaksi serta mobilitas tinggi sehingga rentan tertular Covid-19.

"Ketika mereka terlindungi dari Covid-19 maka kita dapat menurunkan laju penularan virus dan mengurangi beban kerja rumah sakit," kata dia.

Berikut sasaran vaksinasi Covid-19 tahap kedua:

- Lansia

- Tenaga pendidik (guru dan dosen)

- Pedagang pasar

- Tokoh agama

- Wakil rakyat

- Pejabat negara

- Pegawai pemerintah

- Petugas keamanan

- Pelayanan publik (perangkat desa, BUMN, BUMD, dan pemadam kebakaran)

- Petugas transportasi

- Atlet

- Wartawan dan pekerja media

- Sektor pariwisata (staf hotel, restoran, dan tempat wisata)

Maxi mengatakan, vaksinasi Covid-19 pada petugas di bidang pelayanan publik dan warga lanjut usia ditargetkan bisa selesai pada Mei 2021.

"Pada Mei 2021 kita juga akan mulai vaksinasi kepada masyarakat lainnya," paparnya.

Dilansir dari setkab.go.id, pemerintah memprioritaskan vaksinasi untuk guru agar membantu murid-murid yang tidak dapat belajar online atau virtual.

TNI dan Polri serta kelompok pekerja keamanan lain juga menjadi prioritas pemerintah karena memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan proses tracing atau penelusuran kontak.

Sehingga, dapat dengan cepat menentukan langkah-langkah yang diperlukan sejak dini untuk menurunkan laju penyebaran virus.

Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan pekerja transportasi publik yang terdiri dari pekerja tiket dan masinis kereta api, pekerja bandara, pilot, pramugari, pekerja pelabuhan, pekerja TransJakarta dan MRT, supir bus, kernet, bahkan kondektur, supir taksi, dan juga ojek online. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved