Breaking News:

Berita Sulut

Rica Tembus Rp 100 Ribu per Kg, Robert Winerungan: Pemerintah Sedia Talangan Biaya Produksi

Harga cabai rawit atau rica melambung pekan ini. Awal pekan ini, harga komoditas holtikultura ini tembus Rp 100 ribu per kilogram (kg)

Tribun Manado / Fernando Lumowa
Pedagang bumbu dapur dan komoditas holtikultura menunggui dagangannya di Pasar Segar Paal Dua Manado, Jumat (26/02/2021).    

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Harga cabai rawit atau rica melambung pekan ini. Awal pekan ini, harga komoditas holtikultura ini tembus Rp 100 ribu per kilogram (kg).

Akhir pekan ini, harga masih bermain di kisaran Rp 80-90 ribu. Harga rica bervariasi di pasar tradisional maupun pasar swalayan.

Ekonom dari Universitas Negeri Manado, Dr Robert Winerungan mengatakan, fenomena melambungnya harga rica kerap terjadi  dan selalu menjadi penyebab inflasi.

"Saat ini harga bahkan melebihi harga cengkih yang harganya di kisaran Rp 50 ribu saja, " ujar Winerungan kepada Tribun Manado, Sabtu (27/02/2021).

Baca juga: Olly Dondokambey Ajak Kepala Daerah Sukseskan Tol Manado-Amurang, Berbandrol Rp 7 Triliun

Baca juga: Polisi Bekuk Penculik Anak di Bekasi Utara yang Bermodus Iming-Iming Ikan Cupang

Baca juga: Profil Ikfina Fahmawati, Bupati Mojokerto Wanita Pertama, Lulusan Kedokteran

Katanya, kenaikan harga rica disebabkan beberapa faktor. Pertama karena cuaca.

Cuaca yang buruk untuk menanam rica menimbulkan juga persoalan biaya produksi pertanian meningkat sehingga produksi  berkurang.

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) belum lama ini mengumumkan bahwa rica menjadi komponen penyumbang inflasi Kota Manado pada Januari 2021.

Pedagang bahan pangan di Pasar Bersehati Manado melayani pembeli
Pedagang bahan pangan di Pasar Bersehati Manado melayani pembeli (Tribun Manado / Fernando Lumowa)

"Ini dapat dimaklumi karena faktor cuaca yang tidak mendukung untuk mengelola tanaman pangan termasuk jenis cabai rawit," jelasnya.

Selain cuaca, penyebab naiknya harga adalah tatkala harga  turun maka banyak petani tidak mau menanam sehingga jumlah produksi turun.

Baca juga: Ungkap SBY Pembohong, Lupa Diri, dan Tidak Tahu Terimakasih, Marzuki Alie : Karma Pasti Ada

Baca juga: Masih Ingat Ratu Rizky Nabila? Tiba-tiba Gugat Cerai Suaminya Dulu Menikah Setelah 3 Hari Berkenalan

"Jika harga melambung maka akan banyak petani menanamnya sehingga suatu saat harganya pasti akan turun," jelas Winerungan yang juga Sekretaris ISEI Manado.

Halaman
123
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved