Breaking News:

Brita Sulut

Investasi Minuman Beralkohol Banyak Peminat, Peluang Bagus Petani Cap Tikus

Barier penghalang investasi minuman beralkohol akhirnya disingkirkan, Kebijakan tersebut tertuang dalam Perpres Nomor 10 Tahun 2021

Istimewa
Cap Tikus 1978 kemasan 320 Ml 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Barier penghalang investasi minuman beralkohol akhirnya disingkirkan

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Beleid yang merupakan aturan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang

Cipta Kerja ini telah ditandatangani Presiden Joko Widodo dan mulai berlaku per tanggal 2 Februari 2021.

Baca juga: Reuni Pemain Basket Veteran Asal Sulut dan Gorontalo di Lapangan FRBA

Baca juga: Musrenbang Bolmong Direncanakan Awal Maret

Baca juga: Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto Rindukan Profesi Wartawan

Minuman beralkohol yang dulunya masuk daftar negatif Investment kini sudah jadi positif investment.

Kepala Dinas Penanaman Modal, dan PTSP, Franky Menumpil menjelaskan, investasi minuman beralkohol ini sudah lama banyak peminatnya,

Petani Cap Tikus di Minsel
Petani Cap Tikus di Minsel (Tribun manado / Andrew Pattymahu)

namun kendalanya dulu karena masuk daftar negatif Investment tak bisa keluar izin baru.

Sementara produk minuman beralkohol yang ada merupakan izin lama.

Kendala inilah yang menyebabkan produk minuman alkohol lokal tak bisa berkembang, misalnya produk Wulan Waraney.

Nama ini mengadopsi bahasa Minahasa yang artinya perempuan dan laki-laki.

Baca juga: Ini Jadwal MPL Season 7, Sabtu 27 Februari 2021, BTR Vs EVOS dan Alter Ego Vs RRQ Hoshi

Baca juga: Bayi Ajaib Siti Jainah Itu Dinamai Syahdha Rizkya Zaenia, Ini Artinya

Halaman
12
Penulis: Ryo_Noor
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved