Breaking News:

Krisis Myanmar

Bawa Ketapel, Pisau Massa Junta Militer Myanmar Serang Demonstran Anti-Kudeta, Ancam Fotografer

Kekacauan terus meningkat di Myanmar pasca kudeta yang dilakukan Junta Militer yang bertindak kasar menjurus brutal ke warga sipil.

AFP/STR
Para demonstran menduduki jalan dalam demonstrasi menentang kudeta militer di Mandalay, Myanmar, Kamis (18/2/2021) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, YANGON — Kekacauan terus meningkat di Myanmar pasca kudeta yang dilakukan Junta Militer yang bertindak kasar menjurus brutal ke warga sipil.

Bahkan, beberapa waktu terakhir ini telah menjurus ke bentrok massa antara pendukung Junta Militer dan para demonstran anti kudeta.

Massa pendukung kudeta militer Myanmar, mengamuk, menembakkan ketapel dan melempar batu, menyerang massa anti- kudeta pada Kamis (25/2/2021) waktu setempat.

Puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang pengambilalihan militer di kota terbesar Myanmar Yangon dan menuntut pembebasan Aung San Suu Kyi, pada Minggu (7/2/2021).
Puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang pengambilalihan militer di kota terbesar Myanmar Yangon dan menuntut pembebasan Aung San Suu Kyi, pada Minggu (7/2/2021). (AP PHOTO)

Beberapa dari mereka bersenjatakan pisau dan pentungan.

Melansir Reuters, Jumat (26/2/2021), Myanmar telah mengalami kekacauan sejak militer merebut kekuasaan dan menahan pemimpin pemerintah sipil Aung San Suu Kyi dan banyak tokoh sipil lainnya setelah militer mengklaim kecurangan dalam pemilu November 2020.

Aksi protes dan mogok kerja telah terjadi setiap hari selama sekitar tiga minggu, dan siswa telah berencana untuk juga turun ke jalan di pusat kota Yangon.

Namun sebelum banyak demonstran anti-kudeta berkumpul, sekitar 1.000 pendukung militer muncul untuk melakukan unjuk rasa di pusat kota.

Baca juga: Belum Selesai Kasus Penembakan TNI, Polisi Koboi Kembali Berulah, Bawah Senpi dan Rusak Rumah Warga

Baca juga: Desa Ini Dihuni 3 Ribu Janda, Sebab Meninggalnya Para Suami Sangat Mengerikan

Beberapa fotografer berita diancam, pekerja media dan saksi mata mengatakan, dan perkelahian segera meningkat menjadi kekerasan yang lebih serius di beberapa bagian kota.

Beberapa orang dipukuli oleh sekelompok pria, beberapa bersenjatakan pisau, yang lain menembakkan ketapel dan melemparkan batu, kata para saksi mata.

Setidaknya dua orang ditikam, berdasarkan rekaman video.

Halaman
12
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved