Terkini Nasional

Anggota Demokrat Khawatir, Ibas & Moeldoko Lengserkan AHY dari Pimpinan Partai: Jangan Adu Domba

Nama Edhie Baskoro Yudhoyono dan Moeldoko kini mencuat ke publik setelah disebu Ketua Umum KMD Aswin Ali Nasution akan menjadi pemimpin demokrat

Editor: Rhendi Umar
Foto istimewa
Anggota Demokrat Khawatir, Ibas & Moeldoko Lengserkan AHY dari Pimpinan Partai 

SBY kini menjadi sorotan publik setelah menyoroti polemik kudeta dalam partainya.

Diketahui, isu kudeta gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat mencuat ke publik.

Sederet nama kader partai Demokrat hingga pejabat negara ikut dalam aksi penggulingan kekuasaan yang kini dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ).

Mantan Presiden Ke-6 RI itu pun ' turun gunung ' datang membantu AHY sebagai Ketua Umum Demokrat saat ini.

SBY menegaskan kepada seluruh jajaran Demokrat untuk mengusir kader-kader yang masih mendukung atau berpartisipasi dalam upaya mengambil alih kepemimpinan partai.

"Kalau segelintir kader atau mantan kader itu masih bergentayangan, mencari mangsa ke kanan dan ke kiri, katanya ada juga yang bertindak sebagai 'EO', hadapi dengan sikap yang tegas. Usir orang-orang itu," kata SBY dalam dalam video news release yang diterima Kompas.com, Rabu (24/2/2021).

SBY juga meminta agar kader dan mantan kader Demokrat itu segera berhenti merusak partai.

Kendati demikian, ia tetap mengingatkan agar para kader tidak melakukan tindakan

dengan unsur kekerasan atau main hakim sendiri dalam menghadapi gerakan tersebut.

"Banyak cara untuk mempertahankan kedaulatan partai, tanpa melawan hukum yang berlaku.

Nama-nama Pejabat Negara yang Dicatut Dalam Isu Demokrat, SBY: Betul Tidak Tahu-menahu
Nama-nama Pejabat Negara yang Dicatut Dalam Isu Demokrat, SBY: Betul Tidak Tahu-menahu (istimewa)

Dalam melawan kemungkaran, janganlah digunakan cara-cara yang sama mungkarnya," jelasnya.

Meskipun demikian, diakui SBY, sering kali tak mudah untuk mendapatkan keadilan.

Namun, ia mengingatkan agar Demokrat tetap menjadi pihak yang menghormati konstitusi.

Lebih lanjut, Presiden keenam RI itu bercerita pengalamannya pada 2017,

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved