Breaking News:

Terkini Nasional

AHY Dikudeta, SBY Terlempar dari Demokrat, Pengamat: Suka Tidak Suka, Mesti Turun Tangan

Pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, ikut ditanggapi Pengamat Politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin

Foto istimewa
SBY dan AHY Saat Kongres Partai Demokrat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ikut ditanggapi Pengamat Politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin.

Dia menyebut SBY terpaksa 'turun gunung' untuk melindungi posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum Partai Demokrat.

Dilansir TribunWow.com, sebelumnya, SBY kembali membahas soal isu kudeta Partai Demokrat yang sempat menuai sorotan.

Bahkan, SBY menyebut Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko, sengaja mencatut nama sejumlah menteri demi merebut kursi kepemimpinan Partai Demokrat.

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pesan kepada rakyat Indonesia dalam peringatan HUT Ke-75 RI.
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pesan kepada rakyat Indonesia dalam peringatan HUT Ke-75 RI. (Istimewa)

Terkait hal itu, Ujang lantas mengungkap dampak jika Moeldoko berhasil menggeser posisi AHY.

Ia menyebut, jika AHY lengser, SBY pun akan terkena dampak.

"Jika diam saja, dikhawatirkan ke depan Demokrat bisa dibajak, mengancam Demokrat," ujar Ujang, dikutip dari Kompas.com, Kamis (25/2/2021).

"Bajak dan kudeta menjadi alasan SBY turun tangan. Untuk memastikan agar Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) aman dan tidak digoyang terus."

Menurut Ujang, SBY akan hilang dari Demokrat jika AHY lengser.

Hal itulah yang disebutnya membuat SBY sampai turun tangan dalam urusan ini.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved