Breaking News:

Berita Kotamobagu

Warga Manfaatkan Potongan Kayu Di Alun-Alun Boki Hotinimbang

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP), Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara, melakukan pemangkasan pohon yang dinilai sudah membahayakan

Theza Van Gobel
beberapa warga mengangkut potongan kayu di Lapangan Kotamobagu 

Laporan Kontributor Tribunmanado.co.id, Theza Van Gobel

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP), Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara, pada hari Selasa (23/02/2021) 

melakukan pemangkasan pohon yang dinilai sudah membahayakan warga Kotamobagu tepatnya di Alun-alun Boki Hotinimbang, Jalan Ahmad Yani Kotamobagu

Empat pohon yang dipangkas oleh Dinas PRKP tersebut menghasilkan potongan-potongan besar yang cukup banyak.

Baca juga: Nadya Meyva Durado, Minta Masyarakat Manado Jangan Takut Divaksin Covid-19

Baca juga: Di Bawah Kepemimpinan Caroll Senduk-Wenny Lumentut Anggaran Bakal Ditata Sebaik Mungkin

Baca juga: Kebakaran Tadi Siang, 10 Rumah Terbakar, Lokasi di Area Pemukiman Padat

Beberapa warga mendatangi alum-alun untuk mengambil potongan kayu yang tersisa. 

“Apabila dibiarkan, hanya akan menjadi limbah kayu. Kebetulan saya memiliki usaha tahu di Molinow,

jadi saya angkut kayu-kayu ini. Bisa dipakai sebagai kayu bakar, kan,” kata Santoso, pemilik usaha tahu yang datang di alun-alun untuk mengambil sisa kayu tersebut, Kamis (25/02/2021) sore ini. 

Baca juga: Kebakaran Tadi Siang, 10 Rumah Terbakar, Lokasi di Area Pemukiman Padat

Baca juga: Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja, Terima Mulai Lulusan SMA, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Salah seorang pegawai dari Dinas PRKP, Regen Antoni mengatakan sejak pagi hari sudah banyak warga yang datang mengambil potongan kayu. 

“Potongan-potongan besar sudah diambil pengrajin kayu, katanya akan dibuat meja dan bangku. Daripada dibuang, lebih baik dimanfaatkan,” jelas Regen. 

Diketahui, Dinas PRKP sendiri rutin melakukan pemangkasan pohon yang dinilai bisa membahayakan warga.

Baca juga: 4 Cara Mengembangbiakkan Tanaman Aglonema Tanpa Harus Beli

Baca juga: Cuaca Esktrem dan Gelombang Tinggi di Indonesia Besok Jumat 26 Februari 2021, Data Lengkap BMKG

Pemangkasan dilakukan setiap hari Senin sampai Kamis,

Jumat tidak ada pemangkasan dikarenakan hari pendek. 

“Biasanya kami melakukan pemangkasan di pagi hari agar mobilitas kendaraan masih kurang,” kata Regen.

Baca juga: Cara Cek Lolos Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 12, Pencairan Bantuan Rp 3,5 Juta, Dibatasi per KK

Baca juga: Harga Barito di Pasar Inobonto Bolmong Masih Stabil

Baca juga: Wisatawan Diharapkan Patuhi Prokes Covid-19 dan Tak Ada Kerumunan

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Penulis: Theza Gobel
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved