Breaking News:

Kasus Kerumunan

Presiden Jokowi Dilaporkan ke Bareskrim, Pelapor Pulang dengan Kecewa

Kasus ini dilaporkan oleh sekelompok orang yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan.

Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
Tangkapan layar video kerumunan warga sambut kedatangan Presiden Joko Widodo di Maumere, NTT, yang beredar di media sosial. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus kerumunan yang terjadi saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, Kamis (25/2/2021).

Kasus ini dilaporkan oleh sekelompok orang yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan.

Namun, ternyata laporan tersebut ditolak oleh Bareskrim.

Usai mencoba bernegosiasi lebih dari 4 jam, Polri memutuskan tidak menerbitkan nomor laporan polisi terkait kasus tersebut.

"Kami sangat kecewa kepada pihak kepolisian yang tidak mau menerbitkan laporan polisi atas laporan kami terhadap terduga pelaku tindak pidana Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan yakni sang Presiden," kata Kurnia saat dikonfirmasi, Kamis (25/2/2021).

Ia menerangkan laporannya hanya diterima di bagian Tata Usaha dan Urusan Dalam (TAUD) Bareskrim Polri.

Sebaliknya, tidak ada laporan polisi yang terbitkan oleh korps Bhayangkara.

"Tidak bisa bikin LP, hanya menerima laporan kami di bagian TAUD dan diberi stempel," jelas dia.

Kurnia mengungkapkan Polri juga mengaku menolak seandainya dianggap telah menolak pelapornya tersebut.

Di sisi lain, dia mengaku tak mengetahui alasan Polri tak menerbitkan nomor laporan polisi terkait kasus tersebut.

Halaman
12
Editor: muhammad irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved