Penembakan Anggota TNI

Polisi Penembak Anggota TNI di Cengkareng Diancam 15 Tahun Penjara

Keluarga korban penembakan yang terdiri dari dua pegawai kafe dan satu anggota TNI itu tidak kuasa menahan kesedihannya.

Editor: muhammad irham
Foto: via Merdeka.com
Ilustrasi - Penembakan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Keluarga korban penembakan oknum anggota Polisi di sebuah kafe di Cengkareng, Jakarta Barat, menangis histeris setibanya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (25/2/2021) siang.

Keluarga korban penembakan yang terdiri dari dua pegawai kafe dan satu anggota TNI itu tidak kuasa menahan kesedihannya.

Tampak seorang wanita menangis sembari menelepon seseorang. "Meninggal, ditembak," kata perempuan keluarga korban saat menghubungi kerabatnya.

Sementara anggota keluarga yang lain berusaha untuk menenangkan perempuan tersebut yang terus menangis. Namun, upaya itu tak membuat perempuan tersebut bisa menahan air matanya.

Tangis keluarga kedua pegawai kafe berinisial FST dan MK tersebut semakin tak terbendung setelah memastikan kondisi jenazah di Ruang Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati.

"Kedua korban (FST dan MK) ini enggak ada hubungan keluarga, hanya rekan kerja," ungkap kerabat korban yang enggan disebut namanya.

Begitu juga kerabat dari anggota TNI berinisial ST yang ikut jadi korban, tidak kuasa menahan tangis. Perempuan itu menangis saat memberi identitas korban kepada petugas administrasi.

Satu pria pegawai kafe lokasi penembakan yang enggan menyebut nama menuturkan kejadian terjadi saat tempat kerjanya dalam keadaan sudah tutup.

"Pas kejadian itu saya sudah pulang, karena kafe sudah tutup. Dapat kabar kalau ada penembakan dan jenazah dibawa ke sini langsung datang," kata pria pegawai kafe tersebut.

Aksi penembakan terjadi di sebuah kafe di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis sekitar pukul 04.00 WIB. Pelaku penembakan adalah anggota kepolisian aktif yang berdinas di Polsek Kalideres, yakni Bripka CS.

Seorang prajurit TNI Angkatan Darat (AD) berinisial ST tewas dalam peristiwa ini. Demikian juga dengan dua pegawai kafe berinisial FST dan MK. Sedangkan satu pegawai kafe lainnya mengalami luka dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, peristiwa ini bermula ketika Bripka CS mengunjungi kafe di Cengkareng sekitar pukul 02.00 WIB.

"Tersangka melakukan kegiatan minum-minum di sana," kata Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis siang.
Setelahnya, ketika Bripka CS hendak melakukan pembayaran, ia terlibat cekcok dengan pegawai kafe.

"Pada saat akan bayar, terjadi cekcok antara tersangka dan pegawai. Dalam kondisi mabuk, Bripka CS mengeluarkan senjata api dan menembak empat orang," ujar Yusri.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved