Breaking News:

Berita Sulut

Berikut Mekanisme Penilangan ETLE Sekaligus Sejumlah Titik Yang Akan Dipantau di Kota Manado

Pelanggar akan diberikan BRIVA atau BRI virtual terkait pelangaran yang terjadi serta besarnya denda yang akan dibayarkan.

tribunmanado.co.id/Andreas Ruauw
Pemantauan CCTV melalui Pemkot Manado Command Center. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Direktur Lalu Lintas Polda Sulut Kombes Pol Iwan Sonjaya mengatakan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan segera memberlakukan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di beberapa Polda di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah hukum Polda Sulut.

Untuk pelanggaran-pelanggaran yang dapat dideteksi oleh ETLE yaitu pelanggaran APIL atau traffic light (menerobos  lampu merah), pelanggaran marka jalan (garis stop), pelanggaran ganjil-genap, tidak mengenakan sabuk keselamatan, menggunakan ponsel saat berkendara, pelanggaran batas kecepatan, pelanggaran melawan arus, pelanggaran tidak menggunakan helm, pelanggaran pembatasan jenis kendaraan  tertentu pada kawasan/jalur tertentu, pelanggaran pajak kendaraan serta uji berkala kendaraan.

“Pelanggaran akan direkam oleh kamera pemantau, termasuk nomor registrasi kendaraan tersebut, kemudian data pelanggaran akan diolah di RTMC Polda. "

Selanjutnya hasil verifikasi tersebut dikirimkan kepada alamat si pelanggar dalam waktu 3 hari, melalui PT Pos. 

"Setelah diterima oleh pelanggar, diberikan waktu 7 hari pelanggar untuk memverivikasi pelanggarannya dengan cara mengirimkan konfirmasi balik, baik melalui website, email atau datang langsung ke Posko ETLE di RTMC Ditlantas Polda Sulut,” papar Kombes Pol Iwan Sonjaya, Kamis (25/2/2021).

Setelah melakukan konfirmasi, katanya, pelanggar akan diberikan BRIVA atau BRI virtual terkait pelangaran yang terjadi serta besarnya denda yang akan dibayarkan.

“Jika pelanggar tidak menyelesaikan dalam waktu 7 hari, maka akan dilakukan pemblokiran kendaraan pada saat pembayaran pajak setiap tahunnya."

"Namun pemblokiran akan dibuka apabila pelanggar sudah menyelesaikan denda yang telah dibebankan,” kata Dirlantas.

Disamping keberadaan ETLE ini, tilang secara manual juga tetap dilaksanakan oleh petugas di lapangan. 

“Tentu penilangan ini adalah alternatif terakhir terhadap pelanggar yang berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas."

"Keberadaan anggota di lapangan tetap untuk melaksanakan pengawasan dan pengaturan terutama di titik macet, saat jam-jam macet dan lokasi yang mengharuskan kehadiran polisi di lapangan,” ucap Dirlantas.

Oleh karena itu, Dirlantas mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama tertib dalam berlalulintas. 

“Ingat kecelakaan yang terjadi pasti didahului dengan adanya pelanggaran."

"Untuk itu stop pelanggaran, stop kecelakaan, mari kita wujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas bersama sama,” pesannya.

Pemberlakuan ETLE di Kota Manado akan dilaksanakan di beberapa titik di Kota Manado, yaitu di jalan Piere Tendean komplex Hotel Dragon, jalan Piere Tendean komplex Centro Mantos, jalan Piere Tendean komplex HSBC, jalan Piere Tendean komplex TK Golden, jalan Sam Ratulangi komplex BCA, jalan Sam Ratulangi komplex Apotik Setia II, jalan WR Monginsidi komplex Lapangan Bantik, jalan Tololiu Supit komplex BPJS, jalan Daan Mogot Komplex BRI Unit Berhikmat dan jalan Santiago Komplex Pasar Tuminting.

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berada di Angka Jadi Rp 934.000 per Gram, Ini Rinciannya

BI Digitalisasi Pedagang Pasar Segar, Lebih Mudah Pakai QRIS, Tak Pusing Hitung Duit

Lalai, Tiga ASN Disingkirkan dari Pemkot Kotamobagu

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved