Breaking News:

Gejolak di Partai Demokrat

Ali Ngabalin Bela Moeldoko, SBY Yakin Tindakan Moeldoko Tanpa Sepengetahuan Jokowi, Seret Nama Ini

Kisruh di tubuh Partai Demokrat terus diklaim petinggi partai berlambang mercy melibatkan sejumlah oknum pejabat yang berada

winnetnews.com
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden ( KSP ) Ali Mochtar Ngabalin 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA  - Kisruh di tubuh Partai Demokrat terus diklaim petinggi partai berlambang mercy melibatkan sejumlah oknum pejabat yang berada di lingkar istana. Bahkan, beberapa nama pembantu Presiden Joko Widodo di kabinet Indonesia Maju diyakini ikut terseret.

Terkait hal ini beberapa orang dekat istana memberikan klarifikasi dan bantahan.

Baca juga: LENGKAP Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud, Latin dan Terjemahan Bahasa Indonesia

Di antaranya Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengatakan bahwa terseretnya nama Moeldoko dalam polemik Partai Demokrat tidak merugikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Moeldoko, menurut Ali, telah mengklarifikasi berkali-kali bahwa hanya bertemu teman-teman senior Demokrat untuk ngobrol dna minum teh.

Ali Mochtar Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin (YouTube Official iNews)

"Pertama begini, sama sekali tidak merugikan Presiden Jokowi. sama sekali tidak merugikan. Karena, itu kan juga sudah berkali - kali Pak Moeldoko itu sudah memberikan keterangan sebagai pejabat publik dia kepala staf kantor kepresidenan, teman - teman senior demokrat itu mau ketemu, mau jumpa, ngobrol, minum teh, foto- foto, ya sudah bubar," kata Ali saat dihubungi, Kamis, (25/2/2021).

Ali justru heran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus menyeret nama Moeldoko dalam polemik Partai Demokrat.

Menurut Ali sebagai opinion leaders dan mantan presiden, SBY jangan memproduksi isu yang tidak mewakili rakyat.

"Sebagai opinion leaders, pak SBY itu kan senior kita orang sesepuh kita, mantan presiden, dua periode profesor, doktor, jenderal, Partai Demokrat itu kan. Partai itu kan elemen demokrasi jadi jangan memproduksi sebuah isu yang rakyat tidak terwakili dengan isu itu," katanya.

Ali menyarankan SBY agar memproduksi isu yang mewakili rakyat dan berkaitan dengan kepentingan publik. Isu yang membuat rakyat merasa terpanggil.

"Masa sih hari hari ngomong Demokrat, Moeldoko, AHY, SBY. Jadi supaya ada makna itu, ada yang ditinggalkan untuk kepentingan publik ada yang mengedukasi publik, ada yang tercerahkan dengan isu itu," katanya. 

Halaman
12
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved