Breaking News:

Nasional

Ingat Irjen Napoleon, Terdakwa Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra? Ngaku Jadi Korban Kriminalisasi

Kabar terbaru dari Irjen Napoleon Bonaparte yang terjerat kasus penghapusan red notice buronan Djoko Tjandra. Bonaparte mengaku didiskriminasi.

Irwan Rismawan/Tribunnews.com
Irjen Napoleon Bonaparte (tengah), terdakwa kasus penghapusan red notice buron Djoko Tjandra dalam sidang dakwaan Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020). Irjen Napoleon Bonaparte mengaku didiskriminasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat Irejen Napoleon, perwira tinggi Polri yang terjerat kasus penghapusan red notice buronan Djoko Tjandra?

Kabar terbaru, Irjen Napoleon mengaku dirinya telah didiskriminasi, seperti pernyataannya dalam lanjutan sidang kasus penghapusan red notice buronan Djoko Tjandra.

Bonaparte pun menyinggung malapraktik penegakan hukum yang diduganya sedang dilakukan pihak tertentu.

Praktisi hukum Saor Siagian pun menyoroti pernyataan Irjen Napoleon Bonaparte, terdakwa kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra, dalam pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Napoleon menyebut dirinya adalah korban kriminalisasi Polri.

Irjen Pol Napoleon Bonaparte
(Foto: Irjen Pol Napoleon Bonaparte. Kini mengaku didiskriminasi./Dok. Divhubinter Polri)

"Ini tuduhan serius."

"Artinya bahwa Napoleon tentu menurut penyidik dan JPU cukup bukti melakukan atau menerima suap."

"Dia harus membongkar siapa yang dituduh," kata Saor saat dihubungi Tribunnews, Rabu (24/2/2021).

Apalagi, tambah Saor, pangkat Napoleon di Polri bukan sembarangan, yakni Inspektur Jenderal alias bintang dua.

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved