Breaking News:

Nasional

Pengakuan Jusuf Kalla Putuskan Lawan SBY di Pilpres 2009 Meski Tahu Pasti Kalah: SBY Menghina Saya

JK menceritakan ketika dirinya memutuskan maju menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 menghadapi SBY meski tahu pasti kalah.

Net
Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla 

Golkar partai terbesar mesti ada calonnya dong," ungkap Kalla.

Dalam perjalannya, Kalla memang telah menyadari bahwa kemenangan tak akan berpihak kepada dirinya.

Karena itu, jika Pilpres 2009 terjadi dua kali putaran,

dirinya pun menyiapkan skema untuk mengalahkan SBY.

Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono berbincang dengan Wakil Presiden Boediono dalam acara Rapat Kerja Pemerintah Tahun 2013, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (28/1/2013).
Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono berbincang dengan Wakil Presiden Boediono dalam acara Rapat Kerja Pemerintah Tahun 2013, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (28/1/2013). (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Skema itu berupa menjalin kerja sama dengan Megawati

untuk bisa mengalahkan SBY di putaran kedua.

Namun, skema tersebut tak terealisasi karena keduanya sudah kadung kalah dengan SBY pada putaran pertama.

"Walaupun juga ada harapan tersendiri kalau tidak mencapai 50 persen, maka mesti kan siapa nomor dua.

Kita dapat janjian dengan Ibu Mega, siapa pun kalah kita saling bantu (di putaran kedua)," tutur Kalla.

Diketahui, dalam Pilpres 2009, SBY-Boediono menang telak setelah meraup 73.874.562 suara (60,80 persen).

Sementara, Megawati-Prabowo meraih suara 32.548.105 (26,79%)

dan Kalla-Wiranto mengantongi suara 15.081.814 (12,41%).

(Kompas.com)

Tautan:

https://nasional.kompas.com/read/2021/02/23/05583861/cerita-jusuf-kalla-nekat-hadapi-sby-di-pilpres-2009-kendati-sadar-pasti?page=all#page2

Editor: Frandi Piring
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved