Breaking News:

Berita Sulawesi Utara

Olly - Steven Jadikan Sulut Superhub Ekspor Indonesia Timur, Lanjutkan Eskpor Rute Manado-Jepang

Berdasarkan data Kanwil DJBC Sulbagtara selama Januari 2021 tercatat, sebanyak 65,5 tonkomoditas perikanan dan pertanian Sulut berhasil sumbang devisa

Istimewa
Pelantikan Olly Dondokambey-Steven kandouw 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (ODSK) berkomitmen menjadikan Sulut sebagai superhub Indonesia Bagian Timur.

Komitmen itu diwujudkan dengan menjaga kontinuitas direct call ekspor (ekspor langsung) dari Bandara Sam Ratulangi Manado ke Narita Jepang yang sudah diluncurkan sejak 23  September 2020.

Gubernur Olly berharap ini berjalan terus dan dapat menjadi manfaat bagi masyarakat Sulawesi Utara dan sekitarnya. 

“Tapi lebih khususnya tentunya bermanfaat bagi NKRI karena terbuka pintu baru untuk ekspor keluar daerah di luar dari yang sudah ada selama ini, semoga Tuhan memberkati kita semua,” kata Gubernur Olly beberapa waktu lalu.

Nilai direct call ekspor Sulut ke Jepang terus meningkat. 

Pada saat diluncurkan  sebanyak 12,2 ton komoditas perikanan dan pertanian Sulut diekspor ke Jepang.

Berdasarkan data dari Kanwil DJBC Sulbagtara selama Januari 2021 tercatat, sebanyak 65,5 tonkomoditas perikanan dan pertanian Sulut yang berhasil menyumbang devisa senilai US$ 232.706 atau setara dengan Rp3,23 miliar dikirim ke Jepang lewat direct call ekspor yang terbagi dalam 4 flight.

Ekspor komoditas Sulut secara langsung dari Manado ke Jepang melalui maskapai Garuda Indonesia merupakan langkah nyata pemerintah untuk bersinergi dengan industri pengolahan, stakeholder, instansi vertikal serta maskapai penerbangan untuk dapat mendistribusikan komoditi perikanan serta komoditi lainnya ke negara tujuan secara langsung dengan harapan akan mengurangi biaya transportasi serta mutu yang terjaga.

Sebelumnya ekspor komoditas Sulut masih melalui pelabuhan udara di Jakarta atau Surabaya, padahal negara yang menjadi tujuan ekspor adalah Jepang yang secara geografis lebih dekat Manado dibanding dari Jakarta atau Surabaya.

Rute tersebut dinilai tidak efisien dan menyebabkan tingginya biaya logistik dan lamanya waktu pengiriman karena harus transit 24-30 jam, sehingga harga produk di pasar luar negeri menjadi mahal dan kualitas barang turun, padahal komoditas perikanan membutuhkan kondisi segar hingga tiba di negara tujuan.

Olly optimistis terobosan ini akan memberikan pengaruh yang baik dalam pembangunan sektor kemaritiman dan perekonomian di daerah Bumi Nyiur Melambai dan menjadikan Sulut Maju dan Sejahtera Sebagai Pintu Gerbang Indonesia Ke Asia Pasifik seperti visi kepemimpinannya bersama Wagub Steven di periode 2021-2024. (ryo)

Pemkab Lakukan Persiapan Pelantikan Bupati dan Wabup Boltim Periode 2021-2024

Kecelakaan Maut Truk vs Carry dan Zebra, Dua Orang Tewas Tergencet, Truk Rem Blong Bermuatan Berat

Soal dan Jawaban Buku Tematik SD Kelas 4: Tema 2 Subtema 2 Pembelajaran 1 Halaman 51-55

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved