Breaking News:

Kecelakaan

Kecelakaan Maut, Seorang Pelajar Tewas Setelah Tabrak Panther, Suryo: Mobil Itu Tiba-tiba Berbelok

Fery dan Suryo juga tidak memakai helm saat tabrakan terjadi, dan keduanya sampai terpelanting sejauh tujuh meter setelah menabrak bagian belakang mob

Istimewa
Ilustrasi Kecelakaan 

Terakhir kali dirinya berkomunikasi dengan anaknya pada pukul 20.00 WIB ketika mereka sedang berada di Sidamanik.

Setelah itu, dia mendapat kabar telepon dari teman korban bahwa anaknya mengalami kecelakaan.

Merasa belum yakin, dia menghubungi nomor anaknya dan dijawab oleh seorang polisi. 

"Mungkin jam 9 di Pabatu, orang itu nyenggol mobil Intra.

Saya telepon nomor anak saya, diangkat polisi.

Katanya, udah bapak ke sini aja karena ini sembilan meninggal, di RS Bhayangkara," katanya. 

Salaman dan pelukan terakhir

Rahmadi mengatakan, sebelum berangkat, kedua anaknya ceria dan sempat bersalaman serta berpelukan.

Ternyata salaman dan pelukan tersebut adalah yang terakhir kalinya bertemu dengan dua dari tiga anaknya itu.

"Ceria-ceria aja, tidak ada tanda-tanda apa.

Jadi saya Minggu pergi ke kampung ke Batubara.

Biasanya mereka semua ikut arisan," katanya. 

Sementara itu, Ketua DPP BKPRMI Said Aldi Al Idrus mengatakan, keluarga besar BKPRMI menyampaikan dukacita mendalam kader-kader terbaik yang aktif di Masjid Al Iman.

"Almarhum Fahrul itu adalah pemelihara masjid yang setiap pagi membersihkan masjid dan siang kuliah.

Ini menjadikan kami sangat kehilangan.

Semoga keluarga yang ditinggalkan bersabar," katanya. 

Mobil Avanza diduga berjalan terlalu melebar ke kanan

Direktur Lalulintas Polda Sumut Kombes Valentino Alfa Tatareda menyampaikan, dari hasil pemeriksaan dan olah TKP diketahui bahwa kejadian tersebut semula berawal ketika mobil Toyota Avanza datang dari arah Pematang Siantar menuju arah Tebing Tinggi.

Sesampai di tempat kejadian perkara (TKP), mobil minibus penumpang Toyota Avanza itu diduga berjalan terlalu melebar ke kanan.

Akan tetapi, pada saat yang bersamaan datang mobil bus Intra BK 7091 TL dari arah Medan menuju arah Pematang Siantar sehingga bagian depan sebelah kiri mobil bus tersebut membentur bagian samping sebelah kiri dari mobil Avanza.

Kecelakaan tersebut terjadi di lajur sebelah kiri dari arah Tebing Tinggi menuju arah Pematang Siantar.

"Akibat dari kejadian tersebut, pengemudi dan penumpang mobil Toyota Avanza berjumlah sembilan orang mengalami luka berat dan meninggal dunia di TKP.

Mereka pun selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi," jelasnya.

Saat ini, tambah Valentino, pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti kedua mobil tersebut.

Saat ini keduanya sudah dievakuasi dan diamankan di Mako Unit Laka Lantas Polres Tebing Tinggi.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Dua Pelajar Magetan Terpelanting dari Motor Setelah Tabrak Panther, Satu Tak Tertolong

https://surabaya.tribunnews.com/2021/02/22/dua-pelajar-magetan-terpelanting-dari-motor-setelah-tabrak-panther-satu-tak-tertolong?_ga=2.242130562.1610729496.1613856656-342498531.1612488438

Editor: Ventrico Nonutu
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved