Stok Darah PMI Sulut Kritis hanya Untuk Dua Hari
Banyak pendonor yang tetap mendonor di masa Covid-19. Mereka maju dengan kemuliaan hati
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Charles Komaling
MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Stok darah di PMI Sulut kritis. Menurut Sonny Pasuhuk, Quality Assurance Nanager, Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Sulut, stok darah yang ready hanya cukup untuk dua tiga hari.
"Ada 85 kantong, perincian darah A 17, B 26, O 34 dan AB 8," kata dia kepada Tribun Manado Senin (22/2/2021) pagi via ponsel.
Sebut dia, kebutuhan darah sehari mencapai 50 kantong. Dengan jumlah saat ini, berarti stok darah sangat Kurang. "Banyak keluarga terpaksa cari pendonor pengganti," ujar dia.
Ia membeber, pendonor turun sejak pendemi lalu. Pada bulan Mei hingga Agustus, pendonor turun jadi 40 persen. Periode Oktober hingga November ada kenaikan menjadi 70 persen. "Hingga kini belum pulih," kata dia.
Dia menuturkan, pendonor kategori pemula umumnya takut tertular Covid saat mendonor. Ia menepis pandangan tersebut.
"Kita lakukan screening. Kemudian pakai protokol Covid ketat. Peluang untuk tertular Covid-19 saat mendonor sangat kecil," ujarnya.
Dirinya menceritakan, banyak pendonor yang tetap mendonor di masa Covid-19. Mereka maju dengan kemuliaan hati. "Mereka benar benar ingin menyumbang bagi kemanusiaan tanpa peduli dengan resiko," ujarnya.
Dikatakannya pihak PMI terus berupaya mensosialisasikan gerakan mendonor. Donor mobile juga digenjot. "Agar supaya ketersediaan darah senantiasa ada," katanya. (*)