Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perawat Meninggal Dunia

Perawat Wanita Inisial EKSD Meninggal Setelah 9 Hari Divaksin, Terpapar Covid-19, Ini Kronologinya

Perawat Erny Kusuma Sukma Devi dinyatakan positif Covid-19 lalu meninggal setelah disuntik vaksin.

Editor: Frandi Piring
via CNBC
Ilustrasi - Perawat terinfeksi Covid-19 meninggal dunia di Pontianak. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang perawat bernama Erny Kusuma Sukma Devi (EKSD) meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo,

saat dirawat karena terinfeksi Covid-19.

Perawat Erny dinyatakan positif Covid-19 setelah disuntik vaksin.

Tepatnya pada hari kesembilan setelah disuntik vaksin Covid-19 pada 28 Januari 2021 lalu.

Kronologi kematian perawat Erny Kusuma Sukma Devi dilaporkan kepada pemerintah setempat.

Ilustrasi Pasien meninggal dunia.
Ilustrasi Pasien Covid 19 meninggal dunia. (istimewa)

Melansir Kompas.com, perawat wanita berusia 33 tahun itu meninggal pada Minggu (14/2/2021) pekan lalu,

setelah dirawat selama delapan hari
Direktur Utama RSUD Ngudi Waluyu Endah Woro Utami tak tahu dari mana perawat itu tertular Covid-19.

Sebab, di lingkungan kerja tak ada pegawai yang positif Covid-19.

Saat ditanya tentang kemungkinan Erny terinfeksi usai menerima vaksin Covid-19,

Woro menjelaskan, vaksin tersebut telah teruji dan aman digunakan.

"Vaksin kan memang berisi virus, tapi virus yang sudah dimatikan atau inactive," kata Woro saat dikonfirmasi, Minggu (21/2/2021).

Woro mengaku, pihaknya telah melaporkan kronologi kematian Erny ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Segala analisis (asal infeksi dan penyebab kematian) kami kembalikan ke Pemerintah Provinsi," kata dia.

Selama dirawat, Erny dalam kondisi stabil dan tak memiliki komorbid atau penyakit bawaan.

Tetapi, kondisi fisik Erny yang obesitas disebut menjadi salah satu faktor.

"Apapun ini (apakah karena vaksin atau infeksi Covid-19) karena kondisinya sangat individu (kasuistik/unik).

Respons masing-masing individu terhadap vaksin atau Covid-19 (berbeda-beda).

Kebetulan dia gemuk ya. Karena kalau gemuk risikonya berat," jelasnya.

Dokter bunuh pasien covid-19 demi kosongkan tempat tidur di ruang isolasi.
Ilustrasi Perawat positif Covid-19 meninggal dunia. (Reuters)

Woro menjelaskan, kasus yang menimpa perawat Erny tak membuat surut keinginan tenaga medis di RSUD Ngudi Waluyo Blitar untuk menerima vaksin Covid-19 dosis kedua.

"Mereka (tenaga medis) paham betul harus divaksin. Dan kita tertinggi lho.

Sekitar 90an persen nakes kita ikut vaksin.

Bahkan yang di atas 60 tahun mereka siap divaksin," kata Woro.

Kepala Mutu dan Pelayanan Medis RSUD Ngudi Waluyo dr Arif mengatakan,

sebanyak 572 tenaga medis di rumah sakit itu disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama.

Tersisa 170 tenaga medis yang belum disuntik.

Untuk dosis kedua, lanjut Arif, sebanyak 560 tenaga medis RSUD Ngudi Waluyo telah mendapatkannya.

"Kekurangan yang ada masih menunggu kiriman vaksin selanjutnya," ujarnya.

Sebanyak 2.895 tenaga medis di Kabupaten Blitar telah menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama.

Sedangkan dosis kedua telah diberikan kepada 2.530 tenaga medis.

Sementara, 2.510 penerima telah mendapat vaksin Covid-19 di Kota Blitar.

Sedangkan 2.068 orang di antaranya telah menerima dosis kedua.

Sebanyak 4.232 kasus positif Covid-19 tercatat di Kabupaten Blitar hingga Sabtu (20/2/2021).

Jumlah kematian sebanyak 359 kasus dan kasus aktif 234 orang.

Sedangkan di Kota Blitar, tercatat 1.941 kasus positif Covid-19, 91 di antaranya meninggal.

(Kompas.com)

Tautan:

https://regional.kompas.com/read/2021/02/21/15240431/9-hari-setelah-disuntik-vaksin-perawat-erny-positif-covid-19-meninggal-saat?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved