Breaking News:

GMIM

Hasil FGD Pemuda GMIM: Tunda & Tinjau Pelaksanaan SMSI 2021, Jangan Bertentangan dengan Tata Gereja

Penanggap yakni Jeremia Damongilala, Franky Mocodompis, Lando Sumarauw yang merupakan senior pemuda GMIM.

ISTIMEWA
Komisi Pelayanan Pemuda Sinode (KPPS) GMIM menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mencermati pro kontra pelaksanaan Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) tahun 2021 pada Jumat (19/2/2021). 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Komisi Pelayanan Pemuda Sinode (KPPS) GMIM menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mencermati pro kontra pelaksanaan Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) tahun 2021 pada Jumat (19/2/2021).

FGD yang berlangsung di GMIM Bukit Zaitun Malalayang 1 Timur menghadirkan pembicara yakni Pdt Dan Sompe (Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM), Pdt Joppy Lontoh ( tim kerja perumusan Tata Gereja GMIM 2007 dan 2016), dr Grace Korompis (ahli Epidemologi Unsrat) l.

Penanggap yakni Jeremia Damongilala, Franky Mocodompis, Lando Sumarauw yang merupakan senior pemuda GMIM.

Baca juga: Niat Sholat Subuh Sendiri & Berjamaah, Lengkap Tata Cara dan Bacaan Doa Qunut

Baca juga: Beginilah Proses Evakuasi Warga Terpapar Covid 19 Yang Menjadi Korban Banjir, Tim Pakai APD Level 3

Diskusi yang bertemakan Pemuda GMIM Menatap SMSI ini dimotori oleh bidang penelitian dan pengembangan bekerja sama dengan bidang pembinaan dan pengkaderan berjalan menarik.

Adapun tema FGD tersebut yaitu Pemuda GMIM Menatap SMSI.

Penatua Halvy Kolondam kepada www.tribunmanado.co.id, mengatakan fekomendasi hasil diskusi, yakni GMIM harus menjadi teladan, yaitu para pimpinan gereja harus menjadi teladan mentaati Tata Gereja GMIM 2016 karena itu menjadi landasan aturan penatalayanan kita.

Meninjau kembali keputusan pelaksanaan SMSI sangat diharapkan agar benar-benar tidak bertentangan dengan Tata Gereja.

Selain itu GMIM harus menjadi teladan menaati protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Pelaksanaan SMSI jika akan dilakukan secara langsung lebih baik ditunda dulu, karena peserta sidang akan sangat banyak dan pastinya menimbulkan kerumunan.

"Jika hal ini terjadi dikhawatirkan bisa menjadi cluster baru penyebaran Covid-19. Adapun jika pelaksanaan SMSI dilaksanakan secara online, efektivitas dan substansi pelaksanaan sidang dikhawatirkan tidak akan maksimal dan berpengaruh pada kualitas hasil SMSI yang ingin dicapai," kata dia.

Atas pertimbangan tersebut diharapkan untuk menunda pelaksanaan SMSI sambil mengajak jemaat warga gereja untuk mendoakan yang terbaik untuk penatalayanan Gereja kita kedepan.

Kegiatan ini dijadikan pemuda GMIM sebagai wadah diskusi tukar pikiran dan gagasan untuk kebaikan pelayanan gereja kita ke depan.

Editor: Aldi Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved