Breaking News:

Banjir Jakarta

Banjir Jakarta Makan Korban Jiwa 5 Orang Meninggal, 4 di Antaranya adalah Anak-anak

Bencana banjir di Ibukota Jakarta kali ini tak hanya merendam harta dan benda namun juga memakan korban jiwa

KOMPAS.COM
Penampakan dari udara kawasan Kemang yang dikepung air berwarna coklat. Banjir di kawasan Kemang tahun ini paling parah 

TRIBUNMAADO.CO.ID - Bencana banjir yang terjadi di Ibukota Jakarta, kali ini cukup parah.

Pasalnya selain merendam harta benda warga Jakarta, bajir yang terjadi kali ini juga memakan korban jiwa.

Data yang dihimpun sementara ini sedikitnya ada lima korban yang tewas akibat bencana banjir yang melanda Jakarta

Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan 4 dari 5 korban meninggal akibat banjir di Jakarta adalah anak-anak berusia 7 tahun, 11 tahun hingga 13 tahun.

Anak-anak itu meninggal dunia, kata Anies karena bermain air di saat banjir menggenang.

"Kita berduka cita bahwa ada korban meninggal. Jumlahnya lima orang, dan empat dari lima orang ini adalah anak anak usia 7 tahun, 11, 13 tahun. Mereka meninggal saat bermain di air, yang kemudian ada arus, dan kemudian ada yang terpeleset dan lain lain," katanya, Minggu (21/2/2021).

Karenanya Anies mengaku telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran dan mengimbau kepada seluruh masyarakat apabila ada anak-anak bermain di kawasan yang ada genangan, supaya ditegur.

Foto : Personel TNI-Polri yang dikerahkan membantu warga ke setiap titik wilayah yang mengalami kebanjiran di Jadetabek dalam dua hari belakangan.
Foto : Personel TNI-Polri yang dikerahkan membantu warga ke setiap titik wilayah yang mengalami kebanjiran di Jadetabek dalam dua hari belakangan. (Warta Kota)

"Lalu diajak untuk berhenti karena bermain-main di tempat tempat seperti ini sering berisiko, ada lubang, ada arus yang tidak terduga. Akhirnya peristiwa yang tidak kita inginkan bisa terjadi. Kemudian ada arus dan kemudian ada yang terpeleset dan lain-lain," ujarnya.

"Saya meminta kepada semua, bila menyaksikan anak-anak usia muda bermain-main dan berisiko maka jangan pandang itu seperti anak orang lain. Pandanglah itu seperti anak kita sendiri. Sehingga kita ambil tanggung jawab untuk mengingatkan menegur dan menghentikan," katanya.

Halaman
1234
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved