Sarundajang Meninggal
Hendak Melayat Jenazah Mantan Gubernur SH Sarundajang, 27 Orang Terdeteksi Reaktif Covid-19
Sebanyak 22 orang yang reaktif tersebut kemudian menjalani tes usap (swab) yang juga disediakan di lokasi.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: maximus conterius
MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bitung melakukan tes cepat (rapid) bagi orang-orang tertentu yang hendak memasuki gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Wali Kota Bitung, Kamis (18/2/2021).
Di gedung tersebut digelar persemayaman jenazah mantan Gubernur Sulut yang juga mantan Wali Kota Bitung, SH Sarundajang.
Hasilnya, dari 113 orang yang dites ada 27 orang di antaranya reaktif Covid-19.
Sebanyak 22 orang yang reaktif tersebut kemudian menjalani tes usap (swab) yang juga disediakan di lokasi.
Panitia acara persemayaman menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 mengingat kegiatan tersebut dihadiri banyak orang.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan dr Jeannet Watuna, prokes yang dilakukan untuk jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bitung, jajaran TNI, Polri dan siswa yang akan menyaksikan upacara persemayaman Wali Kota Bitung tahun 1986-2000.
Tes cepat berlangsung di samping kantor BPU yang pada acara persemayaman tersebut diumumkan menjadi BPU Dr SH Sarundajang.
Ada empat meja yang ditempati dua hingga tiga orang tenaga kesehatan yang bertugas mulai dari mengecek suhu tubuh, menyemprotkan hand sanitizer hingga melakukan tes cepat.
“Nama, usia dan nomor telepon,” tanya petugas kesehatan kepada mereka yang hendak dites.
Hasil rapid test harus ditunggu sekitar 15 menit. Menurut Watuna, pihaknya menyiapkan 500 alat rapid test.
Mereka yang menjalani tes di antaranya pegawai kelurahan dan kecamatan, pers, TNI, Polri, dan para siswa.
“Kalau reaktif langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR swab di lokasi tak jauh dari pemeriksaan rapid test antibodi,” kata Watuna.
Terkait calon pelayat yang reaktif namun belum menjalani tes usap, ia menyebut, tes akan dilakukan dalam waktu yang berbeda.
Lurah Madidir Weru Alter Umbaseng mengatakan, pemeriksaan ini sangat bagus bisa mengetahui kondisi kesehatan. Apalagi saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19.
“Sebagai kepala kelurahan, kami mengimbau kepada warga untuk tetap taat dan disiplin dengan prtokol kesehatan,” jelas Alter.
Pada penyambutan kedatangan iring-iringan jenazah di Kota Bitung, dua akses masuk ke Kantor Wali Kota Bitung di Jalan Sam Ratulangi diberlakukan sistem buka tutup.