Breaking News:

Tajuk Tamu Tribun Manado

Wisata Politik, Suatu Alternatif Wisata Unik

Pesta demokrasi hendaknya dimanfaatkan sebagai momen menaikkan pamor wisata sekaligus sebagai ajang promosi daerah.

Dokumentasi Tribun Manado
Pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Minahasa, Royke O Roring dan Robby Dondokambey (ROR-RD), berkonvoi menuju lapangan Schawrz Langowan, Kabupaten Minahasa, tempat berlangsungnya kampanye, Jumat (26/6/2018). 

Di beberapa negara, bertanya atau berdiskusi pribadi tentang pilihan partai politik dianggap sebagai suatu yang sangat sensitif dan personal.

Hal ini bisa dilihat dalam buku Changes (International Communication), Richards et al (2000) terdapat satu pembahasan di mana berbicara politik merupakan ‘touchy topic’.

Di Australia sendiri, saat dilaksanakan pesta demokrasi, komisi pemilihan akan memberlakukan aturan yang sangat ketat tentang masa kampanye dan hari pemilihan. Setiap bahan kampanye harus mendapat izin dan otorisasi badan terkait.

Bagaimana dengan kita? Rasanya bertanya partai apa yang diusung seseorang menjadi hal yan lumrah bahkan tanpa ditanyapun, secara terang-terangan seseorang akan menyatakan pilihannya.

Dengan demikian, kesempatan pesta demokrasi ini dapat diangkat sebagai suatu atraksi alternatif dalam menarik daya tarik turis baik lokal terlebih turis internasional yang ingin merasakan dan menikmati langsung betapa gempitanya pariwisata politik di Indonesia yang sarat dengan berbagai keramaian dan tindakan ‘manis’ maupun ‘pahit’.

Dengan demikian, Destination Management Organisation (DMO) daerah dapat memanfaatkan momen ini untuk dapat menjalin kerja sama dengan para stakeholder terkait guna mendukung lebih terciptanya suasana pariwisata politik ini.

Hal sederhana yang dapat dilakukan semisalnya meminta seluruh industri pariwisata, direct and indirect stakeholders, menampilkan ornamen partai politik di lokasi usahanya secara netral, menciptakan lokasi khusus bagi masyarakat untuk dapat berkunjung, belajar, mendapat pemahaman tentang politik, sejarah partai politik, profil, visi dan misi serta track records calon, ataupun merasakan menjadi calon legislatif maupun eksekutif melalui berbagai fasilitas dan aksesoris yang disediakan serta berbagai ornamen politik lainnya.

Di Kota Manado belum terlihat hal ini, namun di beberapa kota di Indonesia, kami amati telah ada yang memberi perhatian terhadap hal di atas.

Oleh karenanya, pesta demokrasi yang dilaksanakan sekali dalam jangka waktu kurang lebih lima tahun hendaknya dimanfaatkan sebagai momen menaikkan pamor wisata sekaligus sebagai ajang promosi daerah.

Dan secara tak langsung memberdayakan potensi masyarakat dalam hal meningkatkan kreativitas dan inovasi masyarakat. (*)

Baca juga: Peneliti Temukan Varian Virus Corona Baru yang Lebih Lincah, Vaksin Jadi Lumpuh

Baca juga: Cerita Olly Dondokambey, Nyaman Pertama Kali Jadi Gubernur Karena SHS

Baca juga: Hukuman Dua Terdakwa Korupsi Dana Banjir Manado Diperberat, Kajari Puas

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved